PEKANBARU Menjelang puncak arus mudik Lebaran, Kilang Pertamina Dumai bersiap. Mereka menargetkan produksi bahan bakar minyak (BBM) sekitar 3,27 juta barel untuk Maret 2026 nanti. Angka itu bukan main-main, dan dirancang khusus untuk menjawab lonjakan kebutuhan energi yang selalu terjadi setiap tahun.
Rinciannya, sekitar 2,6 juta barel untuk solar. Lalu ada 350 ribu barel pertalite, dan 320 ribu barel avtur. Target ini diumumkan bersamaan dengan diaktifkannya Satuan Tugas Ramadan dan Idul Fitri, atau yang biasa disebut Satgas RAFI 1447 H.
Satgas ini mulai beroperasi sejak 9 Maret dan akan berlanjut hingga 1 April 2026.
Area Manager Communication, Relations & CSR Kilang Pertamina Dumai, Tengku Muhammad Rum, menjelaskan latar belakang langkah ini.
"Satgas RAFI ini adalah wujud komitmen kami dalam melayani masyarakat dengan memberikan dukungan penuh untuk kelancaran aktivitas selama periode Ramadan dan Idul Fitri 2026, baik kegiatan ibadah, mudik, maupun perekonomian," ujarnya, Jumat (13/3/2026).
Nah, untuk mengejar target itu, kapasitas operasional kilang sudah dinaikkan ke level maksimal, 100 persen. Ini mencakup Kilang Dumai dan juga Kilang Sungai Pakning. Di sisi lain, pengelolaan stok bahan baku juga diperketat. Stok bahan kimia dijaga agar cukup untuk lebih dari dua bulan, katalis untuk di atas enam bulan. Bahkan material yang cepat habis sudah disiapkan cadangannya khusus untuk periode Satgas berlangsung.
"Tidak hanya dari sisi target produksi, kami juga memastikan pengelolaan stok bahan baku dan material pendukung dilakukan secara ketat," tambah Muhammad Rum.
Artikel Terkait
Polisi Amankan Dua Pemuda Diduga Gengster Usai Konvoi Ricuh di Cileungsi
Ruas Tol Sinaksak–Simpang Panei Dibuka Gratis Sambut Mudik Lebaran 2026
VIDA dan Komdigi Luncurkan Kampanye Jangan Asal Klik Antisipasi Lonjakan Penipuan Digital Saat THR
Korban Penyiraman Air Keras KontraS Alami Luka Bakar 24%, Polisi Periksa Dua Saksi