Sumatra Utara – Sebagian jalan tol baru di Sumatera Utara akhirnya dibuka. Tepatnya, ruas Sinaksak hingga Simpang Panei yang membentang sepanjang 12,55 kilometer. Pengoperasiannya dimulai sejak 13 Maret 2026 lalu, dan yang menarik, untuk sementara pengguna tidak dikenai tarif sama sekali.
Langkah ini diambil PT Hutama Marga Waskita (Hamawas) tak lain untuk menyambut arus mudik Lebaran 2026. Dengan membuka segmen ini yang merupakan bagian dari Seksi 4 Dolok Merawan–Pematang Siantar pada ruas Tol KUTEPAT diperkirakan mobilitas warga, terutama yang menuju kampung halaman, akan jauh lebih lancar.
Menurut Direktur Utama Hamawas, Dindin Solakhuddin, persiapan matang sudah dilakukan. Mulai dari penataan kawasan, penyiapan fasilitas keselamatan, hingga kesiapan personel di lapangan semuanya ditingkatkan sesuai standar.
“Beroperasi tanpa tarif Tol Sinaksak–Simpang Panei merupakan bagian dari upaya kami mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026. Hamawas berkomitmen memastikan layanan berjalan dengan mengedepankan keselamatan, kelancaran, dan kenyamanan,” tegas Dindin.
Ruas ini memang strategis. Bagi yang ingin menikmati keindahan Danau Toba, jalur ini bakal memangkas waktu tempuh dengan signifikan. Tak cuma untuk wisatawan, distribusi logistik di wilayah Sumut juga diharapkan ikut terdongkrak efisiensinya.
Nah, soal gratisnya ini ada catatan. Bebas tarif hanya berlaku untuk kendaraan yang melintas langsung di ruas Sinaksak–Simpang Panei. Kalau ada pengguna yang masuk dari arah Medan Raya atau Tebing Tinggi lalu keluar lewat Gerbang Tol Simpang Panei, mereka tetap akan dikenai tarif normal sampai Gerbang Tol Sinaksak.
Dindin berharap kehadiran ruas tol ini bisa benar-benar terasa manfaatnya oleh masyarakat. Terutama untuk mempermudah perjalanan pulang kampung saat hari raya.
“Dengan demikian, perjalanan menuju kampung halaman dapat berlangsung lebih aman, lancar, dan nyaman,” tambahnya menutup pembicaraan.
Di lapangan, sejumlah persiapan juga sudah disiagakan. Hamawas bersama Dishub dan Satlantas Polres setempat mendirikan posko pelayanan. Armada siaga pun disiapkan, total 38 unit yang terdiri dari mobil derek, patroli, rescue, sampai ambulans. Semua untuk mengantisipasi keadaan darurat.
Terakhir, ada imbauan penting untuk pengendara. Patuhi aturan kecepatan, minimal 60 km/jam dan maksimal 100 km/jam. Bahu jalan hanya untuk darurat. Jika menemui masalah atau tindak kejahatan di jalan tol, masyarakat bisa menghubungi Call Centre Kutepat di 62 812 9595 3536.
Mudik tahun depan, mungkin perjalanan akan terasa sedikit lebih ringan.
Artikel Terkait
Taksi Listrik Mogok Korsleting di Perlintasan, Picu Tabrakan Beruntun Kereta Api di Bekasi Timur
Pemerintah Siapkan Rp4 Triliun untuk Evaluasi Keselamatan Perkeretaapian Usai Kecelakaan di Bekasi Timur
TikTok Nonaktifkan 1,7 Juta Akun Anak, Komdigi Apresiasi Langkah Konkret
Anggota DPR Kritik Usulan Gerbong Wanita di Tengah Rangkaian KRL: Bukan Solusi, Perbaiki Sistem Keselamatan