"Insiden tersebut terjadi di wilayah udara sekutu selama Operasi Epic Fury, dan upaya penyelamatan sedang berlangsung."
Pernyataan itu juga menegaskan satu hal penting: jatuhnya pesawat sama sekali bukan karena aksi tembakan. "Ini bukan karena tembakan musuh atau tembakan sekutu," tambah mereka, secara implisit menepis keterlibatan Iran.
Dilaporkan oleh Aljazeera, Jumat (13/3), upaya penyelamatan untuk menemukan awak pesawat masih terus digenjot. Sampai saat ini, belum ada kejelasan soal korban jiwa. Apakah ada yang selamat? Itu pertanyaan yang belum terjawab.
Di sisi lain, kabar soal kerusakan yang dialami kapal induk USS Gerald R Ford masih minim detail. Yang jelas, dua insiden ini terjadi di tengah ketegangan yang memang sedang menyala-nyala. Meski militer AS bersikeras ini murni kecelakaan, kejadiannya tentu menambah suasana mencekam di kawasan itu.
Artikel Terkait
Trump Ancam Hancurkan Infrastruktur Minyak Iran di Pulau Kharg
Empat Wakil Indonesia Lolos ke Semifinal Swiss Open 2026
Torino Hajar Parma 4-1 dalam Lanjutan Serie A
Pelapor Ijazah Palsu Jokowi Minta Restorative Justice dan Akui Dokumen Asli