Malam itu, sekitar pukul delapan kurang sepuluh menit, suasana di perlintasan kereta Salimah, Parung Panjang, tiba-tiba ricuh. Sebuah pikap tertabrak keras oleh Kereta Rel Listrik (KRL) yang sedang melaju. Yang bikin ngeri, lokasi kejadian adalah perlintasan tanpa palang pintu resmi.
Kapolsek Parungpanjang, Kompol Muhamad Taufik, mengonfirmasi insiden nahas tersebut. "Betul, mobil tertabrak KRL," ujarnya via telepon Jumat malam (13/3/2026).
"Korban luka ada satu orang, luka ringan dan sudah ditangani," lanjutnya.
Menurut penjelasan Taufik, kronologinya bermula saat pikap itu mencoba menyeberangi rel. Kendaraan yang membawa empat penumpang itu sedang dalam perjalanan dari Parung Panjang menuju Cilejet. Nah, di saat yang bersamaan, dari arah Jakarta meluncurlah KRL tujuan akhir Stasiun Rangkasbitung. Tabrakan pun tak terelakkan.
"Lokasi kecelakaan tidak ada palang pintu resmi," tegas Taufik, menyoroti akar masalahnya. "Ketika mobil menyeberang, kemudian datang kereta api dan tertabrak."
Artikel Terkait
Ketua Komisi III DPR RI Kecam Keras Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS
Aktivis HAM Andrie Yunus Disiram Air Keras oleh Orang Tak Dikenal di Jakarta
Serangan Rudal Iran Guncang Israel Tengah, Kerusakan Signifikan tapi Belum Ada Korban Jiwa
Pepe Selamatkan Villarreal dari Kekalahan dengan Gol Dramatis di Injury Time