Pernyataannya itu disampaikan melalui video yang diunggah di platform X, Rabu lalu. Ia menegaskan, intensitas serangan udara AS melonjak tajam dalam 24 jam terakhir. Tujuannya jelas: mengikis habis kemampuan ofensif Iran.
"Baru kemarin, kami melancarkan gelombang serangan hampir setiap jam dari berbagai lokasi dan arah menuju Iran. Kekuatan tempur AS terus meningkat, sementara kekuatan tempur Iran kian menurun," tegasnya lagi.
Superioritas Udara
Menurut penilaian internal militer AS, situasi di lapangan mulai berpihak pada mereka. Operasi gabungan yang berjalan disebut telah berhasil menguasai ruang udara di sebagian besar wilayah Iran. Fokusnya sekarang adalah menetralisir ancaman utama: peluncur rudal balistik dan pusat kendali drone yang kerap menebar teror di kawasan.
"Seluruh tim bekerja dengan sangat luar biasa. Operasi serangan dari Pasukan Gabungan terus berlanjut. Saya menilai bahwa kami jelas sedang memegang superioritas udara atas wilayah Iran yang sangat luas," tambah Cooper, mencoba menggambarkan momentum yang sedang mereka raih.
Sementara ketegangan militer memanas, nasib kapal kargo di Selat Hormuz masih menjadi tanda tanya. Hingga berita ini ditulis, belum ada laporan resmi soal korban jiwa dari insiden kebakaran tersebut. Yang pasti, otoritas maritim internasional sudah mengeluarkan peringatan. Mereka meminta semua kapal komersial untuk ekstra waspada saat melintasi jalur strategis yang kini jadi ajang pertikaian itu.
Penulis: Fityan
Editor: Redaksi TVRINews
Artikel Terkait
Iran Balas Dendam, Rudal Hujani Tel Aviv dan Drone Serang Haifa
KPK Pindahkan Gubernur Nonaktif Riau ke Rutan Pekanbaru Jelang Sidang
Polisi Gerebek Pabrik Mi Basah Berformalin di Boyolali, Produksi Diduga Sejak 2019
KAI Commeter Siapkan 1.149 Perjalanan Kereta Hadapi Lonjakan Wisatawan Lebaran 2026