Membahas teknisnya, Pemkab Sigi menyebut koordinasi dengan Kementerian PU sedang berjalan untuk percepatan pembangunan. Sementara perwakilan Lombok Tengah lebih banyak menyoroti persiapan administratif dan status lahan.
Sekjen Kemensos, Robben Rico, yang hadir mendampingi, memberi penjelasan. Secara administratif, Lombok Tengah sudah masuk tahap yang bisa dieksekusi. Tinggal beberapa catatan teknis di daerah yang perlu diselesaikan.
Gus Ipul pun mendorong Lombok Tengah untuk bergerak cepat. Bahkan jika harus memulai dari rintisan, persiapan mendasar harus segera dimulai.
"Kalau rintisan, ya mulai sekarang harus proses dimulai. Harus ada rekrutmen kepala sekolah, guru. Harus ada tempat tidur, ada toilet, ada kelas, ada perpustakaan, ada dapurnya," pesannya.
Ia mengingatkan, program semacam ini butuh komando kuat dari pimpinan daerah. Banyak hal detil yang mulus dari awal: status lahan, amdal, akses listrik dan air, hingga kelengkapan dokumen. Tanpa itu, jalan akan tersendat.
Audiensi ini pada akhirnya memperkuat koordinasi antara pusat dan daerah. Harapannya, pembangunan Sekolah Rakyat Permanen di Sigi dan Lombok Tengah bisa segera melaju, mewujudkan impian kemandirian bagi keluarga penerima manfaat.
Pertemuan itu dihadiri pula oleh Sekjen Kemensos Robben Rico, Kepala Biro Umum Salahudin Yahya, serta staf khusus menteri. Dari Kabupaten Sigi, hadir Sekda Nuim Hayat dan Kadinsos Ariyanto beserta jajaran. Sementara Lombok Tengah diwakili Sekda Lalu Firman Wijaya dan Kadinsos Masnun.
Artikel Terkait
RUU Hak Cipta Rampung Dibahas, Atur Royalti dan Karya Hasil AI
AS Peringatkan Warga Sipil, Iran Serang Kapal Dagang di Selat Hormuz yang Ditutup Total
Polri dan Jurnalis Bagikan 100 Paket Sembako untuk Anak Yatim dan Dhuafa di Jakarta Barat
Iran Balas Serangan AS, Kapal Kargo Diserang di Selat Hormuz