Pulau Kalimantan dan Sulawesi pun mendapat bagian. Di Kalimantan Selatan, kawasan Barito Kuala dan Banjarmasin berpotensi terkena pada dua periode: 12-15 Maret dan 24-27 Maret. Sementara di Sulawesi Utara, pesisir Manado hingga Bitung perlu waspada sekitar pertengahan hingga akhir pekan ketiga Maret.
Yang paling panjang siaga mungkin wilayah Maluku. Beberapa kepulauan seperti Aru dan Tanimbar berpotensi mengalami rob dari pertengahan Maret hingga hampir akhir bulan, yakni 16-27 Maret.
Lalu, apa dampaknya buat warga?
Banjir rob ini bisa mengganggu berbagai aktivitas masyarakat pesisir. Aktivitas bongkar muat di pelabuhan berisiko terhambat. Begitu pula kehidupan sehari-hari di pemukiman tepi pantai. Usaha tambak garam dan perikanan darat juga berpotensi terdampak jika air laut masuk.
BMKG mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal dan bekerja di daerah-daerah tersebut, untuk tetap waspada. Perhatikan perkembangan informasi cuaca maritim dari sumber resmi. Persiapan dan kewaspadaan sejak dini jadi kunci untuk meminimalisir dampak yang mungkin timbul.
Artikel Terkait
F-PKB MPR Gelar Peringatan Nuzulul Quran dan Santunan Anak Yatim
Ketua Umum ISKI Baru: Komunikasi Krusial Jaga Kedaulatan di Era Banjir Disinformasi
Pemkot Semarang Jemput Warga Bermudik dari Jakarta dengan 7 Bus Khusus
Dua Mantan Pegawai Kementan Diamankan Terkait Dugaan Korupsi Dana Dinas Rp 6 Miliar