"Mempercepat penerapan teknologi pengolahan sampah modern, memastikan perlindungan keselamatan bagi pekerja, pemulung, dan masyarakat sekitar, menyusun roadmap pengurangan sampah dari hulu hingga hilir," papar Arief lebih lanjut.
Nada bicaranya terdengar pilu sekaligus mendesak. Arief menilai Jakarta sudah terlalu lama bermain aman, hanya mengandalkan pendekatan tambal sulam untuk masalah sampah yang kian menggunung. Penundaan mencari solusi besar-besaran harus diakhiri.
"Jika tidak ada langkah berani sekarang, maka tragedi seperti ini bisa terulang kembali di masa depan," tegasnya.
Harapannya sederhana namun berat: tragedi Bantargebang jangan sampai terulang. Untuk mewujudkannya, sistem pengelolaan sampah Jakarta jelas butuh pembaruan total. Bukan sekadar perbaikan di permukaan.
Artikel Terkait
Polri Bagikan 450 Takjil Gratis ke Mahasiswa di Tiga Kampus Pekanbaru
Prabowo: Krisis Global adalah Berkah Terselubung untuk Indonesia
Mabes Polri dan Jurnalis Trunojoyo Bagikan Santunan untuk Anak Yatim dan Dhuafa di Ramadan
Brimob Polda Metro Jaya Gelar Sertifikasi Kompetensi Personel PHH dan Operator Kendaraan Taktis