Lalu, bagaimana dengan kenaikan biaya? Menurut hitungannya, kenaikan USD 10 saja bisa berarti tambahan beban sekitar Rp 70 triliun. “Tapi setelah kita hitung kemarin, kita lega masih semua manageable,” ungkapnya.
Di sisi lain, soal distribusi gas elpiji juga mendapat perhatian khusus. Untuk pulau-pulau besar seperti Jawa, pasokan dinilai tak bermasalah. Kendala justru muncul di daerah terpencil yang jauh dari pusat logistik.
“Kalau di Pulau Jawa itu tidak terlalu ada masalah, karena dia (gas) datang langsung bisa dibagikan,” kata Luhut.
Namun begitu, kondisi di luar Jawa berbeda. “Masalah karena transportasi ke sana,” ujarnya. Itulah mengapa, kata Luhut, Pertamina sudah mulai mengalirkan pasokan gas ke berbagai daerah luar Jawa sejak hari ini. Upaya ini dilakukan agar stok di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau itu tetap terjamin.
Artikel Terkait
Brimob Polda Metro Jaya Gelar Sertifikasi Kompetensi Personel PHH dan Operator Kendaraan Taktis
KPK Dalami Aliran Dana Bulanan dari Korporasi ke Ketum Pemuda Pancasila
Alumni Janabadra Manfaatkan Ramadan untuk Reuni dan Rencanakan Kontribusi ke Almamater
Presiden Klaim Danantara Masuk Jajaran Sovereign Wealth Fund Terbesar Dunia