Direktur Persija Jakarta, Mohamad Prapanca, mengaku risih. Sindiran miring dari sejumlah netizen soal sponsor klubnya benar-benar mengganggu. Mereka menyebut Persija sebagai "APBD FC" lantaran mendapatkan dukungan dari empat BUMD milik Pemprov DKI Jakarta untuk musim BRI Super League 2025/2026 mendatang.
Keempat BUMD itu adalah Bank Jakarta, MRT Jakarta, TransJakarta, dan PAM Jaya. Dukungan finansial ini rupanya memicu memori lama di kalangan penggemar sepak bola. Banyak yang langsung teringat fenomena era 2000-an, saat klub-klub kerap disokong dana APBD praktik yang sebenarnya sudah dilarang sejak 2011 lalu.
Prapanca tak bisa memastikan asal-usul komentar tersebut. "Agak risih juga dengarnya. Dan saya tidak tahu itu buzzer atau memang itu suporter Persija, atau provokator begitu," ujarnya.
Pernyataan itu disampaikannya dalam acara Ngopi Bareng Persija di Kantor Klub, Jakarta Selatan, Selasa (10/3/2026) lalu.
Di sisi lain, pria yang akrab disapa Panca ini mengakui ada kelemahan dari internal. Menurutnya, Persija kurang ketat dalam menyaring percakapan di dunia digital. "Tapi balik lagi, karena kelemahan kita di filterisasi digital, jadi semua orang sudah seenaknya omong begitu di sosial media," jelasnya. Situasi ini, bagaimanapun, dianggapnya sebagai konsekuensi dari hingar-bingar informasi yang sulit dikendalikan.
Artikel Terkait
KPK Tetapkan Bupati Rejang Lebong Tersangka Suap, Sita Uang Rp 757 Juta
DPRD DKI Bentuk Pansus Khusus Evaluasi Sistem Sampah Usai Longsor Bantargebang
DPR Akan Sahkan RUU PPRT dan Hak Cipta sebagai Usul Inisiatif Besok
Anggota DPR Soroti Dampak Mahalnya Tiket Pesawat pada Kesehatan dan Pendidikan