Selain pengamanan, ada juga aspek pelayanan. Baharkam Polri akan mendirikan pos-pos strategis untuk membantu pemudik yang mengalami kendala di jalan. Mereka juga sudah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas seperti sistem satu arah, contraflow, dan pembatasan untuk kendaraan berat untuk meminimalisir kemacetan parah.
Patroli rutin pun akan ditingkatkan. Tujuannya jelas: mengantisipasi lonjakan tindak kriminal yang seringkali mengintai di musim mudik, semacam pencurian atau penjambretan.
Harapannya, semua upaya ini bisa mewujudkan mudik yang aman dan nyaman. Karyoto juga mengungkapkan persiapan khusus untuk hal darurat.
"Secara khusus, kami dari Baharkam Polri membuat dua ambulans udara yang digunakan sewaktu-waktu apabila terjadi insiden dalam perjalanan mudik," imbuhnya.
Sayangnya, untuk saat ini, fasilitas udara itu baru tersedia di Pulau Jawa. Tapi setidaknya, itu jadi salah satu bentuk kesiapan mengantisipasi hal terburuk di jalur mudik yang paling padat.
Artikel Terkait
Gus Ipul Soroti Data Tunggal untuk Atasi Orang-Orang Tak Terlihat
Pendaftaran UTBK SNBT 2026 Dibuka Akhir Maret, Tes Berlangsung April
Atta dan Aurel Hadapi Tantangan Penggunaan Gadget pada Anak dengan Trik Unik
Pemkab Muaro Jambi Siapkan Lima Pos Pengamanan dan Pelayanan untuk Mudik Lebaran 2026