Jakarta. Ada kabar baru dari sektor pertambangan. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) baru saja melakukan penuangan emas perdana atau first gold pour di Tambang Emas Pani, Gorontalo. Yang menarik, realisasi ini terjadi lebih cepat dari jadwal. Mereka berhasil melakukannya pada 14 Februari 2026, mengalahkan target sebelumnya di akhir kuartal pertama tahun yang sama.
Pencapaian ini tentu bukan hal kecil. Menurut Direktur Utama EMAS, Boyke Poerbaya Abidin, momen ini adalah tonggak penting. Ia menegaskan bahwa perusahaan kini resmi beralih dari fase pengembangan menuju operasi komersial.
"First gold pour ini merupakan milestone penting yang menandai keberhasilan EMAS bertransisi dari tahap pengembangan proyek menuju operasi emas komersial. Pencapaian ini diraih lebih cepat dari jadwal yang sebelumnya kami sampaikan kepada publik," ujar Boyke dalam keterangan resmi, Rabu (18/2/2026).
Percepatan jadwal, menurutnya, menunjukkan disiplin eksekusi dan kesiapan operasional yang solid. Emas batangan pertama atau dore bullion itu dihasilkan melalui proses heap leach dan diproses lebih lanjut di fasilitas ADR (Adsorption, Desorption and Recovery). Proyek yang diakuisisi grup ini pada 2020 itu akhirnya benar-benar menunjukkan taringnya.
Di fase awal ini, Tambang Pani yang dikelola dengan sistem tambang terbuka (open pit) menargetkan produksi sekitar 110.000 hingga 115.000 ons emas di tahun pertama. Angka itu cukup menggembirakan, mengingat target awal untuk 2026 hanya 80.000 ons.
Basis cadangannya pun menggiurkan. Tambang ini menyimpan Cadangan Bijih sekitar 4,8 juta ons emas, dengan Perkiraan Sumber Daya Mineral lebih dari 7 juta ons. Tak heran jika Pani dianggap sebagai salah satu aset emas primer paling prospektif dalam portofolio Grup Merdeka.
Namun begitu, langkah perusahaan tak berhenti di situ. Mereka sudah mulai membangun fasilitas Carbon-In-Leach (CIL) berkapasitas 12 juta ton bijih per tahun. Konstruksinya bahkan sudah dimulai awal 2026, jauh lebih cepat dari rencana semula di 2027.
Target penyelesaiannya pun dimajukan. Jika awalnya direncanakan dua tahap hingga 2032, kini fasilitas CIL ditargetkan rampung pada 2028. Imbasnya, potensi produksi tahunan sekitar 500.000 ons emas bisa dicapai lebih cepat, yaitu pada 2029. Itu berarti tiga tahun lebih awal dari proyeksi awal.
Menjelang produksi, EMAS sebagai anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mengklaim telah menyelesaikan semua tahapan kunci. Mulai dari penambangan awal, fasilitas Ore Preparation Plant (OPP), hingga heap leach dan ADR. Semuanya dinyatakan siap untuk mendukung produksi komersial penuh.
Boyke menambahkan, operasional Tambang Pani diharapkan tak hanya memperkuat portofolio grup, tetapi juga memberi kontribusi nyata. Baik untuk produksi emas nasional maupun pembangunan ekonomi Gorontalo lewat penciptaan lapangan kerja dan program pemberdayaan.
"Seluruh kegiatan operasi kami dijalankan dengan mengedepankan prinsip Good Mining Practices serta standar lingkungan, sosial, dan tata kelola yang tinggi," pungkasnya.
Jadi, langkah pertama sudah diambil. Tinggal menunggu bagaimana kinerja selanjutnya di lapangan.
Artikel Terkait
Karyawan BUMD Bengkalis Jadi Tersangka Perambahan Hutan Pemicu Karhutla
Persijap Jepara Rotasi Pelatih dan Direktur Teknik, Mario Lemos Kembali Jadi Pelatih Kepala
Andre Rosiade Bagikan 1.000 Paket Sembako Sambut Ramadan di Solok
DPR dan Menteri Bahas Percepatan Pemulihan Pascabencana Sumatera