Jakarta. Ada kabar baru dari sektor pertambangan. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) baru saja melakukan penuangan emas perdana atau first gold pour di Tambang Emas Pani, Gorontalo. Yang menarik, realisasi ini terjadi lebih cepat dari jadwal. Mereka berhasil melakukannya pada 14 Februari 2026, mengalahkan target sebelumnya di akhir kuartal pertama tahun yang sama.
Pencapaian ini tentu bukan hal kecil. Menurut Direktur Utama EMAS, Boyke Poerbaya Abidin, momen ini adalah tonggak penting. Ia menegaskan bahwa perusahaan kini resmi beralih dari fase pengembangan menuju operasi komersial.
Percepatan jadwal, menurutnya, menunjukkan disiplin eksekusi dan kesiapan operasional yang solid. Emas batangan pertama atau dore bullion itu dihasilkan melalui proses heap leach dan diproses lebih lanjut di fasilitas ADR (Adsorption, Desorption and Recovery). Proyek yang diakuisisi grup ini pada 2020 itu akhirnya benar-benar menunjukkan taringnya.
Di fase awal ini, Tambang Pani yang dikelola dengan sistem tambang terbuka (open pit) menargetkan produksi sekitar 110.000 hingga 115.000 ons emas di tahun pertama. Angka itu cukup menggembirakan, mengingat target awal untuk 2026 hanya 80.000 ons.
Basis cadangannya pun menggiurkan. Tambang ini menyimpan Cadangan Bijih sekitar 4,8 juta ons emas, dengan Perkiraan Sumber Daya Mineral lebih dari 7 juta ons. Tak heran jika Pani dianggap sebagai salah satu aset emas primer paling prospektif dalam portofolio Grup Merdeka.
Artikel Terkait
Hyundai Perkuat Kemitraan dengan FIFA, Tunjuk Son Heung-min dan Robot Boston Dynamics untuk Piala Dunia 2026
H-851, Tongkang Tanpa Mesin Terbesar di Dunia, Pertahankan Gelar hingga 2026
Comeback Curry Capai 9.000 Field Goals, Warriors Tetap Tumbang dari Rockets
Atap Jebol dan Cuaca Buruk Ganggu 12 Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta