Keyakinan konsumen Indonesia sedikit melemah di bulan Februari. Data terbaru menunjukkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) menyentuh angka 125,2, turun 1,8 poin dari posisi Januari yang 127,0. Penurunan ini, menurut catatan, terutama dipicu oleh melemahnya ekspektasi masyarakat. Indikator-indikator di bawah payung Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) semuanya berwarna merah.
Novani Karina Saputri, Research Analyst di PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, memberikan penjelasan lebih rinci. Menurutnya, penurunan paling tajam justru terjadi pada kelompok masyarakat dengan pengeluaran rendah, yakni antara satu hingga dua juta rupiah per bulan.
"Kelompok ini mengalami penurunan optimisme yang cukup signifikan, mencapai 14,4 poin," ujarnya.
Angka itu, lanjut Novani, menunjukkan kekhawatiran yang kian mendalam di kalangan tersebut soal stabilitas pendapatan dan peluang kerja ke depan. Situasinya memang agak paradoks. Di satu sisi, indeks pendapatan saat ini justru naik tipis 1,3 poin ke level 125. Namun, kenaikan itu rupanya tidak serta-merta mendorong orang untuk jor-joran belanja.
"Survei kami menunjukkan konsumen cenderung semakin berhati-hati. Peningkatan pendapatan tidak sepenuhnya diterjemahkan menjadi konsumsi," tegas Novani.
Hal itu terlihat dari angka-angka yang ada. Rasio kecenderungan konsumsi rata-rata (average propensity to consume) turun jadi 71,6%, dari sebelumnya 72,3%. Rasio cicilan utang terhadap pendapatan juga menyusut. Di sisi lain, rasio tabungan terhadap pendapatan justru naik dari 16,5% menjadi 17,7%. Artinya, banyak rumah tangga memilih memperkuat 'bantalan' keuangannya di tengah situasi yang dirasa belum pasti.
Artikel Terkait
Dua Tewas dalam Kecelakaan Motor Tabrak Truk Mogok di Jalur Puncak Dini Hari
Kapolda Metro Jaya Luncurkan Forum Kemitraan untuk Cegah Perundungan di Sekolah
DJP Pertimbangkan Perpanjangan Batas Waktu Lapor SPT Tahunan karena Berdekatan dengan Lebaran
Pohon Tua Tumbang di Depan SMKN 30 Jakarta, Tiga Pengendara Terluka