Di sisi lain, panggung di Bergamo justru menjadi mimpi buruk bagi tuan rumah. Atalanta, satu-satunya perwakilan Italia di fase ini, dihancurkan Bayern Muenchen dengan skra 1-6. Pertandingan itu berlangsung satu arah sejak awal.
Bayern, di bawah komando Vincent Kompany, bermain bagai mesin yang sempurna. Josip Stanisic membuka keunggulan, lalu Michael Olise dan Serge Gnabry memperlebar jarak di babak pertama. Nicolas Jackson dan Jamal Musiala menyusul setelah jeda, sementara Olise menambah koleksi golnya menjadi dua.
Atalanta tampak tak berdaya. Baru di masa injury time, Mario Pasalic berhasil mencetak gol hiburan yang tak banyak berarti. Kekalahan 1-6 di kandang sendiri adalah pukulan telak bagi La Dea.
Sekarang, misi mereka di leg kedua terasa hampir mustahil. Harus menang dengan selisih lima gol atau lebih di Allianz Arena, markas Bayern yang terkenal angker. Raffaele Palladino punya pekerjaan rumah yang sangat besar untuk membangkitkan mental skuadnya. Asa lolos itu masih ada, tapi nyaris tak terlihat.
Dua laga, dua cerita berbeda. Satu pihak merayakan kemenangan besar, sementara yang lain harus memikirkan cara bangkit dari keterpurukan. Semuanya akan ditentukan pekan depan.
(RIZ)
Artikel Terkait
Piche Kota Ditahan Usai Pulih dari Vertigo, Terlibat Kasus Pemerkosaan Siswi
Bitcoin Rebound Usai Komentar Trump Redakan Ketegangan Minyak
Menteri Perdagangan Pastikan Harga Sembako Stabil Jelang Lebaran 2026
Pengendara Motor Luka Berat Usai Ditabrak Pikap yang Hilang Kendali di Tenjo