Memang, memberi kartu merah adalah hak wasit sepenuhnya. Hanya saja, yang jadi soal bagi Santos adalah inkonsistensi. Dia menilai ada perbedaan perlakuan yang mencolok, di mana tim tuan rumah sama sekali tidak mendapat kartu sementara timnya mendapat sanksi.
“Kami bukan tidak menghormati wasit, tetapi dalam situasi seperti ini tentu menjadi sulit,” sebut Santos.
Dia kemudian menyelipkan keprihatinan yang lebih luas. “Tentunya saya prihatin dengan sepakbola Indonesia yang sudah maju, tetapi kalau menggunakan wasit dari luar harus lebih tegas lagi.”
Di tengah kekecewaan itu, Santos masih menyisakan pujian. Dia mengapresiasi semangat anak asuhnya yang berjuang habis-habisan sampai peluit panjang berbunyi. Sayang, perjuangan itu harus berakhir dengan pil pahit kekalahan 2-1.
Artikel Terkait
Polres Salatiga Amankan 49 Motor dalam Razia Antisipasi Kriminalitas Ramadan
Wamendagri: OTT Tak Cukup Buat Jera, Perlu Perbaikan Sistem dari Hulu
Menteri hingga Kapolda Turun Tangan Bersih-bersih Pasar Kramat Jati
Harga Minyak Dunia Anjlomprong, Bahlil Tegaskan Pertalite Tak Naik