Riefky juga memberi apresiasi untuk satu rencana lain. Yakni, pembangunan pusat data atau data center bertenaga surya di kawasan Mandalika. Ia melihat ini sebagai langkah cerdas.
“Data center sangat penting untuk mendukung ekosistem digital. Hal ini juga dapat mendorong berkembangnya gig economy dan komunitas digital nomad di Mandalika,” paparnya. Jadi, bukan cuma infrastruktur, tapi juga peluang ekonomi baru bagi para pekerja lepas digital.
Sementara dari pihak NTB, Gubernur Lalu Muhamad Iqbal menyambut hangat semua dukungan itu. Ia mengungkapkan, saat ini NTB sedang berupaya mengintegrasikan tiga sektor sekaligus: pariwisata, ekonomi kreatif, dan energi. Bahkan, mereka menggandeng provinsi tetangga seperti NTT dan Bali untuk mewujudkannya.
“Melalui kerja sama ini, kami ingin membangun super hub yang mengintegrasikan pariwisata, ekonomi kreatif, dan energi untuk memperkuat pembangunan nasional,” kata Iqbal.
Pertemuan yang cukup produktif itu turut dihadiri oleh sejumlah pejabat kunci Kementerian Ekraf. Di antaranya, Radi Manggala selaku Direktur Pengembangan Sistem Pemasaran dan Hubungan Kelembagaan, serta Tenaga Ahli Menteri Bidang Isu Strategis, Gemintang Mallarangeng.
Artikel Terkait
Jadwal Salat 21 Ramadan 1447 H dan Tanda-Tanda Lailatul Qadar
Mahasiswa Indonesia Dievakuasi dari Iran, Nasib Studi Terkatung-katung Akibat Perang
Trump Ancam Iran dengan Konsekuensi Militer Belum Pernah Terjadi di Selat Hormuz
Kenaikan Mojtaba Khamenei Perkuat Kendali Faksi Keras Iran, Harga Minyak Melonjak