✍🏻 Fahmi Hasan Nugroho
Uang itu ilusi. Bukan cuma uang kertas yang kita pegang sekarang. Sejak dulu, konsep uang sebenarnya cuma ilusi yang disepakati bareng-bareng oleh manusia.
Coba bayangkan. Kalau zaman sekarang kita masih pakai dinar dan dirham, lalu kamu seorang petani. Kamu bakal rela bangun subuh, kerja keras di sawah berbulan-bulan, cuma buat akhirnya menukar panenanmu dengan beberapa keping dinar atau segenggam dirham.
Kenapa mau? Ya karena kamu percaya. Percaya bahwa koin-koin itu nanti bisa ditukar lagi dengan kebutuhan lain. Percaya bahwa orang lain juga akan menerimanya.
Tapi coba dipikir, sebenarnya apa sih manfaat koin emas dan perak itu? Kalau kamu bukan pandai besi, ya cuma numpuk aja. Diam di lemari. Nggak bertambah, nggak berkurang, dan nggak ada gunanya secara langsung. Mending menimbun beras atau jagung. Itu kan bisa dimakan. Koin emas? Baru ada gunanya kalau sudah ditukar dengan barang, atau dibentuk jadi perhiasan.
Artikel Terkait
Trump Ancang-ancang Serang Nigeria Lagi, Tuding Ada Kekerasan Sistematis Terhadap Kristen
Indonesia dan 21 Negara Muslim Kutuk Keras Kunjungan Israel ke Somaliland
RSHS Tegaskan Super Flu di Bandung Bukan Istilah Medis, Masyarakat Diminta Tenang
KPK Tetapkan Mantan Menag Yaqut Tersangka Kasus Kuota Haji