Tapi lihatlah apa yang terjadi di bulan Februari.
"Pada bulan Februari 2026 jumlah kejadian gempa vulkanik dalam meningkat cukup signifikan menjadi 453 kejadian," jelas Lana.
Lonjakan itu bukan angka main-main. Menurut para ahli, kondisi tersebut mengindikasikan tekanan fluida magmatik yang kian kuat, disertai suplai magma baru dari kedalaman. Singkatnya, sistem di bawah Tambora sedang aktif bergerak. Data terbaru per 9 Maret pun menunjukkan aktivitas seismik yang masih cukup intens, mengkonfirmasi tren yang mengkhawatirkan ini.
Jadi, meski belum masuk level siaga, kewaspadaan mutlak diperlukan. Warga dan pendaki diharap memperhatikan imbauan jarak aman yang telah ditetapkan.
Artikel Terkait
Pelatih Arema Kritik Kinerja Wasit Usai Kalah dari Bhayangkara
Israel Ungkap Puluhan Pelanggaran Iran pada Kamera Keamanan untuk Spionase
Harga Emas Batangan di Pegadaian Naik, Tembus Rp3,1 Juta per Gram
Iran Ancam Serang Kapal AS dan Sekutu di Selat Hormuz dengan Rudal dan Drone