Status Gunung Tambora di Nusa Tenggara Barat resmi dinaikkan. Dari level normal, kini menjadi waspada. Ini perintah langsung dari Badan Geologi Kementerian ESDM, dan warga diimbau untuk tidak mendekat dalam radius tiga kilometer dari puncak gunung.
Laporan khusus bernomor 525..Lap/GL.03/BGL/2026 yang mereka terbitkan jadi dasarnya. Intinya, aktivitas vulkanik di gunung legendaris itu memang menunjukkan tanda-tanda peningkatan yang perlu diwaspadai.
Kepala Badan Geologi, Lana Saria, memberikan penjelasan lebih rinci.
"Gunung api Tambora secara administratif berada di wilayah Kabupaten Dompu dan Kabupaten Bima, NTB, menunjukkan terjadinya peningkatan aktivitas vulkanik," ujarnya.
Nah, peningkatan itu terutama terlihat dari gempa-gempa. Bukan gempa biasa, tapi gempa vulkanik dalam yang berkaitan dengan pergerakan magma dari perut bumi menuju kantong magma di bawah gunung. Datanya cukup jelas: Januari lalu tercatat 267 kejadian.
Artikel Terkait
Pelatih Arema Kritik Kinerja Wasit Usai Kalah dari Bhayangkara
Israel Ungkap Puluhan Pelanggaran Iran pada Kamera Keamanan untuk Spionase
Harga Emas Batangan di Pegadaian Naik, Tembus Rp3,1 Juta per Gram
Iran Ancam Serang Kapal AS dan Sekutu di Selat Hormuz dengan Rudal dan Drone