Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, atau yang biasa disapa KDM, baru-baru ini mengeluarkan pernyataan tegas soal rencana moratorium izin perumahan. Intinya, pemerintah provinsi ingin menghentikan sementara pembangunan rumah baru. Alasannya sederhana tapi mendasar: penataan ruang yang selama ini berjalan dinilai belum baik, terutama di kawasan-kawasan yang rawan bencana.
Menurut Dedi, pembangunan tidak bisa terus dilakukan sembarangan. "Kalau ada kawasan industri, rumah vertikalnya ya jangan di luar kawasan. Buatlah di dalam kawasan itu sendiri," ujarnya.
Ia menambahkan, rencananya ia akan berkoordinasi dengan para pengelola kawasan industri. "Pertumbuhan penduduk yang jumlah besar itu kan biasanya mengikuti keberadaan kawasan," jelas Dedi saat berbincang di kediaman Menteri PUPR di Jakarta, Kamis malam lalu.
Sebagai gambaran, Dedi menyoroti banjir yang melanda Kota Cirebon belakangan ini. Menurut analisisnya, salah satu pemicu utamanya adalah menyusutnya ruang terbuka hijau secara signifikan. Tanpa area serapan air yang memadai, genangan pun tak terelakkan.
Artikel Terkait
IHSG Melemah, Saham Energi Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah
Fitch Naikkan Proyeksi Harga Tembaga dan Emas, Saham Tambang Diuntungkan
IHSG Tertekan, Saham Konglomerasi dan Perbankan Babak Belur
Pasar Saham Asia Terpukul Imbas Konflik Timur Tengah dan Ancaman Stagflasi