Hujan deras mengguyur Kota Bogor dan sekitarnya kemarin, Selasa (10/3/2026). Akibatnya, wilayah utara dan timur kota itu kebanjiran. Penyebabnya tak lain adalah luapan sungai yang tak mampu lagi menampung air.
Di Kecamatan Bogor Utara, situasinya cukup parah. Beberapa rumah warga di Kelurahan Cimahpar dan Tanah Baru terendam. Air dari Sungai Cilebak itu naik dengan cepat, memaksa warga menyelamatkan barang-barang mereka.
Sementara itu, di sisi lain kota, Kecamatan Bogor Timur juga tak luput dari genangan. Kali Cikeas meluap dan menggenangi permukiman di Kelurahan Katulampa. Dari data yang berhasil dihimpun, sedikitnya 15 rumah plus sebuah musala ikut terendam air dan lumpur.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, memberikan konfirmasinya.
"Data sementara total ada 19 rumah dan satu musala di dua kecamatan terdampak luapan," jelas Dimas.
Namun begitu, ada kabar yang cukup melegakan. Menurutnya, banjir mulai surut sekitar pukul 16.40 WIB. Warga yang rumahnya kebanjiran pun langsung bergerak cepat.
"Banjir sudah surut sejak sore. Rumah-rumah terdampak sudah dibersihkan oleh warga sekitar," terangnya.
Jadi, meski sempat membuat resah, kondisi sudah berangsur pulih. Aktivitas pembersihan sisa-sisa lumpur masih terus berlangsung hingga malam tadi.
Artikel Terkait
Praka Rico Pramudia Gugur Akibat Serangan Israel di Lebanon, Kemlu Kecam Keras
Negosiasi AS-Iran Mandek, Iran Manfaatkan Selat Hormuz sebagai Alat Tekan Strategis
Sinner Dukung Alcaraz yang Mundur dari Roma dan Roland Garros karena Cedera
Regenerasi Petani Jadi Kunci Swasembada Pangan, Jateng Miliki 630 Ribu Petani Milenial