“Demikian pula umat senantiasa diajarkan untuk senantiasa mendoakan para pemimpin,” ujar Nazaruddin. “Agar diberi kekuatan, kebijaksanaan, dan keteguhan di dalam memimpin bangsa menuju kebaikan bersama.”
Untuk menguatkan poinnya, Menag lalu mengutip perkataan ulama besar, Al-Fudhail bin 'Iyadh. Perkataan yang cukup menyentak.
“Ulama besar Al-Fudhail bin 'Iyadh pernah berkata, 'Seandainya aku memiliki satu doa yang pasti dikabulkan, maka niscaya aku akan memanjatkannya untuk pemimpin',” ujarnya membacakan kutipan.
Lalu apa alasannya?
“Ketika ditanya mengapa demikian, ia menjawab, 'Jika doa itu aku tujukan untuk diriku sendiri, maka manfaatnya hanya kembali kepadaku. Akan tetapi, jika aku tujukan untuk pemimpin, maka kebaikan pemimpin akan membawa kebaikan bagi manusia dan negeri',” lanjutnya menerangkan.
Dengan semangat itulah, Nazaruddin berharap nilai-nilai Al-Quran tak pernah padam. Ia harus terus menjadi sumber inspirasi. Untuk merawat persatuan, mewujudkan kehidupan yang damai dan adil, serta membawa rahmat bagi semesta.
Acara malam itu sendiri dihadiri sekitar 278 orang. Tampak hadir jajaran kabinet, perwakilan ormas-ormas Islam, pejabat tinggi negara, hingga sejumlah anak yatim. Suasana khidmat terasa jelas, mengisi setiap sudut ruangan.
Artikel Terkait
PUPR Siapkan 10 Ruas Tol Fungsional untuk Antisipasi Kemacetan Mudik Lebaran 2026
Status Gunung Tambora Dinaikkan ke Level Waspada, Warga Dilarang Mendekat
PAN Copot Bupati Rejang Lebong Usai Terjaring OTT KPK
15 Warga Binaan Dipindahkan dari Rutan Palu ke Donggala Atasi Kepadatan