Menag Serukan Pengamalan Nilai Al-Quran dalam Kehidupan Publik di Peringatan Nuzulul Quran

- Selasa, 10 Maret 2026 | 22:05 WIB
Menag Serukan Pengamalan Nilai Al-Quran dalam Kehidupan Publik di Peringatan Nuzulul Quran

“Demikian pula umat senantiasa diajarkan untuk senantiasa mendoakan para pemimpin,” ujar Nazaruddin. “Agar diberi kekuatan, kebijaksanaan, dan keteguhan di dalam memimpin bangsa menuju kebaikan bersama.”

Untuk menguatkan poinnya, Menag lalu mengutip perkataan ulama besar, Al-Fudhail bin 'Iyadh. Perkataan yang cukup menyentak.

“Ulama besar Al-Fudhail bin 'Iyadh pernah berkata, 'Seandainya aku memiliki satu doa yang pasti dikabulkan, maka niscaya aku akan memanjatkannya untuk pemimpin',” ujarnya membacakan kutipan.

Lalu apa alasannya?

“Ketika ditanya mengapa demikian, ia menjawab, 'Jika doa itu aku tujukan untuk diriku sendiri, maka manfaatnya hanya kembali kepadaku. Akan tetapi, jika aku tujukan untuk pemimpin, maka kebaikan pemimpin akan membawa kebaikan bagi manusia dan negeri',” lanjutnya menerangkan.

Dengan semangat itulah, Nazaruddin berharap nilai-nilai Al-Quran tak pernah padam. Ia harus terus menjadi sumber inspirasi. Untuk merawat persatuan, mewujudkan kehidupan yang damai dan adil, serta membawa rahmat bagi semesta.

Acara malam itu sendiri dihadiri sekitar 278 orang. Tampak hadir jajaran kabinet, perwakilan ormas-ormas Islam, pejabat tinggi negara, hingga sejumlah anak yatim. Suasana khidmat terasa jelas, mengisi setiap sudut ruangan.

Editor: Redaksi MuriaNetwork


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar