ujarnya.
"Justru di sinilah nanti kita akan menentukan strategi yang tepat penanganannya."
Namun begitu, upaya ini tak bisa jalan sendirian. Kolaborasi dari semua level pemerintahan, mulai dari kabupaten sampai ke desa, dinilai kunci keberhasilan. Peran camat, lurah, hingga kader kesehatan masyarakat di lapangan menjadi sangat sentral untuk menjangkau warga secara langsung.
Faktor risikonya pun kompleks. Wiyagus menyoroti kondisi seperti rumah padat dengan ventilasi buruk, tingkat kemiskinan, sampai sanitasi yang tidak memadai. Itulah sebabnya, penanganan TBC nggak bisa cuma mengandalkan sektor kesehatan. Diperlukan kerja sama lintas bidang dan dukungan dari berbagai pihak untuk menuntaskannya.
Pada akhirnya, penanganan yang terintegrasi dan masif ini diharapkan bisa menekan laju penularan. Targetnya jelas: menurunkan angka kasus dan sekaligus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sebagai modal dasar pembangunan.
Pertemuan di Soreang itu sendiri juga dihadiri sejumlah pejabat lain. Tampak hadir Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus dan Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb, bersama para pejabat terkait lainnya.
Artikel Terkait
AS Bom Telak Fasilitas Bawah Tanah Iran, Fokus Lumpuhkan Produksi Rudal
Polri dan Wartawan Bagikan 1.500 Takjil di Sekitar Mabes, Sampaikan Pesan Mudik
Mensos Gus Ipul Dorong Pemberdayaan Ekonomi dan Pendidikan di Pasuruan
Mikrotrans Transjakarta Terbalik di Lebak Bulus, Tiga Penumpang Sempat Dirawat