“Berbagai kebutuhan sosial di luar ketentuan ashnaf,” jelasnya, “sebenarnya bisa dipenuhi lewat instrumen lain.” Ia menyebut sedekah, wakaf, atau sumber dana keumatan lainnya sebagai alternatif.
Di sisi lain, ada amanah besar yang harus dijaga. Nasaruddin menekankan pentingnya integritas dan kepercayaan yang diberikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Ini bukan tugas ringan.
“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga integritas lembaga ini,” tegas Menag. “Dan tentu, turut berkontribusi mengangkat kesejahteraan masyarakat kecil dan menengah.”
Lalu, siapa saja yang menerima mandat penting ini? Mereka adalah Sodik Mudjahid, Zainut Tauhid Sa’adi, Rizaludin Kurniawan, Saidah Sakwan, dan Ending Syarifuddin. Kemudian Idy Muzayvad, Mokhamad Mahdum, Neyla Saida Anwar, Abu Rokhmad, Agus Fatoni, serta Mochamad Agus Rofiudin.
Dengan formasi kepengurusan yang kini sudah lengkap, harapannya BAZNAS bisa lebih kuat lagi. Perannya dalam mengelola zakat nasional diharapkan membawa dampak nyata: peningkatan kesejahteraan masyarakat yang lebih merata dan berkelanjutan.
Artikel Terkait
Mensos Gus Ipul Dorong Pemberdayaan Ekonomi dan Pendidikan di Pasuruan
Mikrotrans Transjakarta Terbalik di Lebak Bulus, Tiga Penumpang Sempat Dirawat
Anggota DPR Dukung Program Makan Bergizi Gratis untuk Tekan Stunting dan Gerakkan Ekonomi Lokal
Pemerintah Klaim Kesiapan Penuh Transportasi dan Infrastruktur Jelang Mudik Lebaran