Dia menambahkan, misi itu juga krusial agar pasokan minyak dan gas bisa kembali mengalir lancar dari kawasan itu.
Rencananya, misi "murni defensif" ini akan melibatkan sejumlah negara, baik dari Eropa maupun dari luar Eropa. Macron berbicara soal ini bersama Presiden Siprus Nikos Christodoulides dan PM Yunani Kyriakos Mitsotakis. Mereka ingin selat itu dibuka kembali secara bertahap, nanti setelah puncak konflik mereda.
Kunjungan Macron ke kapal induk Prancis itu sendiri punya simbol kuat. Charles de Gaulle memang sengaja dikerahkan ke Mediterania menyusul eskalasi yang dipicu serangan 28 Februari lalu. Sebuah pernyataan tanpa kata-kata tentang kesiapan dan pengamatan dari dekat.
Artikel Terkait
BPOM Usut Peredaran Tramadol Ilegal di Jakarta Timur Usai Aksi Warga Lempar Petasan
Menkop Dukung Proyek Fiber Optik 4.600 Km di Jalur KA, Didanai LPDB Rp 47 Miliar
KIP Perintahkan UGM Buka Dokumen Akademik Jokowi, Kecuali Ijazah Asli
Jasa Marga Beri Diskon Tol 30% untuk Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026