Pembangunan Huntara dan Huntap di Sumatra Dikebut Jelang Idulfitri

- Selasa, 10 Maret 2026 | 11:00 WIB
Pembangunan Huntara dan Huntap di Sumatra Dikebut Jelang Idulfitri

TVRINews – Aceh, Sumatra

Menyambut Idulfitri, ribuan hunian untuk warga terdampak terus dikebut penyelesaiannya. Suasana di lokasi proyek pun terasa mendadak lebih sibuk dari biasanya.

Menurut data terbaru yang dirilis pemerintah, upaya menyediakan tempat tinggal baik yang sementara maupun permanen sedang masuk tahap akhir. Targetnya jelas: warga yang kehilangan rumah bisa segera mendapat atap di atas kepala mereka.

Hingga awal Maret 2026, pembangunan Hunian Sementara atau Huntara sudah mencapai 11.892 unit. Angka ini diambil dari total rencana awal sekitar 18 ribu unit lebih. Jadi, progresnya cukup signifikan.

Sebaran lokasinya tak merata. Aceh jadi wilayah dengan konsentrasi tertinggi, yaitu 10.235 unit. Menyusul kemudian Sumatra Utara dengan 926 unit, dan Sumatra Barat yang mencatat 731 unit Huntara.

Di sisi lain, proyek yang lebih permanen juga mulai terlihat wujudnya. Hunian Tetap atau Huntap, yang rencananya mencapai 36.669 unit, kini sudah ada 1.363 unit yang sedang dibangun. Bahkan, enam unit prototipe dilaporkan sudah selesai seratus persen.

Lagipula, Aceh lagi-lagi menjadi fokus utama. Dari total Huntap yang direncanakan, wilayah ini mendapat alokasi besar: 27.104 unit.

Sementara menunggu rumah tetap siap, pemerintah tak tinggal diam soal bantuan. Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp600.000 per bulan tetap mengalir. Tujuannya untuk meringankan beban hidup warga selama masa transisi ini.

Berdasarkan catatan Satgas PRR, sudah 10.783 kepala keluarga yang menerima dana tersebut. Rinciannya, 4.884 KK di Aceh, 4.151 KK di Sumatra Utara, dan 1.748 KK di Sumatra Barat.

Nah, dengan segala upaya yang digeber ini, harapannya Idulfitri tahun depan bisa dirayakan dengan suasana yang lebih tenang dan nyaman oleh mereka yang terdampak.


Penulis: Fityan | Editor: Redaktur TVRINews

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar