Roy Suryo: 99,9% Palsu dan SP3 yang Menguatkan Kecurigaan

- Minggu, 18 Januari 2026 | 19:40 WIB
Roy Suryo: 99,9% Palsu dan SP3 yang Menguatkan Kecurigaan

Roy Suryo tak bergeming. Meski kasusnya kini sepi, mantan Menpora itu masih bersikukuh dengan pendirian lamanya: bahwa ijazah Presiden Joko Widodo, menurut keyakinannya, 99,9% palsu.

Pernyataannya ini tetap ia lontarkan, padahal situasinya sudah berubah. Polda Metro Jaya, seperti diketahui, sudah mengeluarkan SP3 untuk dua tersangka lain dalam kasus yang sama, yaitu Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis.

SP3 itu keluar tak lama setelah keduanya bertemu dengan Jokowi di Solo, awal Januari lalu.

Nah, soal pertemuan itulah Roy punya komentar yang cukup tajam. Ia mengibaratkan Eggi dan Damai seperti bertemu dengan Firaun.

"Ini yang menarik," ujarnya, dengan nada yang terdengar sarkastik. "Kenapa ketemu dengan Firaun bisa terbit SP3? Itu makanya kami tertawa. Jadi tidak mungkin SP3 itu muncul tanpa ada sesuatu yang terjadi."

Baginya, keputusan penghentian penyidikan terhadap kedua rekannya itu justru menguatkan kecurigaannya. Tapi, terbitnya SP3 sama sekali tak menggerus semangatnya. Roy menegaskan, dirinya dan tim masih berkomitmen penuh untuk menegakkan apa yang ia sebut sebagai "amanah dari rakyat".

"Jadi kita harus membuktikan ya kepalsuan 99%," tegasnya dalam sebuah wawancara di YouTube SindoNews, Sabtu (17/1).

Ia bahkan punya cerita lain yang menurutnya cukup menggambarkan situasi. Dalam podcast MADILOG belum lama ini, Roy mengaku dapat pesan WhatsApp dari Eggi Sudjana. Isinya singkat: "Selamat berjuang Bro."

Pesan itu ia tanggapi dengan analogi lain. Roy menyebut sikap Eggi mirip dengan pernyataan Bani Israel dulu, saat diajak perang oleh Nabi Musa. Mereka ogah-ogahan, lalu bilang, "silahkan berperang, kami duduk-duduk di sini saja."

Jadi, meski terlihat berjalan sendirian sekarang, Roy Suryo menyatakan tidak gentar. Ia bersikeras akan terus melangkah dengan keyakinannya yang satu itu.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar