Kewaspadaan ini bukan tanpa alasan. Menurut analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), ada dua bibit siklon tropis yang aktif di sekitar wilayah Indonesia, yaitu 93S dan 95W. Keberadaan mereka inilah yang memicu peningkatan curah hujan di sejumlah daerah, termasuk Jabodetabek.
Bibit siklon tropis 93S, misalnya, terpantau di Samudera Hindia selatan Lampung. Kecepatan anginnya maksimum sekitar 30 knot dengan tekanan udara minimum 999 hPa. Untungnya, BMKG memperkirakan sistem ini punya potensi rendah untuk berkembang jadi siklon tropis dalam dua hari ke depan. Malah, dalam 48 hingga 72 jam ke depan, intensitasnya diperkirakan melemah.
Meski begitu, dampaknya sudah terasa. Bibit siklon ini menginduksi aliran angin kencang di lapisan bawah atmosfer serta daerah konvergensi. Kombinasi inilah yang kemudian memicu awan-awan hujan lebat. Jadi, meski operasi modifikasi cuaca sudah dijalankan, warga diimbau untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang bisa datang tiba-tiba.
Artikel Terkait
Alisson Cedera, Absen di Laga Liverpool Kontra Galatasaray
Bupati Bener Meriah Desak Perbaikan Jalan Rusak, Khawatirkan Kerugian Kopi Gayo Rp 500 Miliar per Tahun
Longsor Sampah di Bantargebang Tewaskan 6 Orang, Wamen LHK Sebut Masalah Eksistensial
Warga Palu Tukar Sampah Terpilah dengan Takjil di Bulan Ramadhan