Presiden Prabowo Janji Bantu Biaya Kuliah Kedokteran untuk Pelajar Nias

- Senin, 09 Maret 2026 | 23:30 WIB
Presiden Prabowo Janji Bantu Biaya Kuliah Kedokteran untuk Pelajar Nias

Senin lalu, Presiden Prabowo Subianto menyempatkan diri berbincang hangat dengan seorang pelajar. Percakapan itu terjadi via video conference, bertepatan dengan peresmian 218 jembatan di berbagai daerah. Pelajar itu adalah Yamisa Zebua, remaja asal Nias, Sumatra Utara, yang namanya sempat ramai di media sosial beberapa waktu silam.

Yamisa, dengan polosnya, mengucapkan terima kasih kepada sang Presiden. “Terima kasih atas semua bantuan yang telah Bapak berikan kepada kami,” katanya, seperti tayang di kanal Youtube Sekretariat Presiden.

“Sekarang kami tidak lagi dan tidak membuka sepatu lagi kalau kami pergi ke sekolah, terima kasih Bapak Presiden.”

Ucapan itu merujuk pada jembatan yang baru dibangun di wilayahnya. Dulu, untuk sampai ke sekolah, Yamisa dan kawan-kawannya harus menyeberangi sungai deras sebuah perjalanan berisiko yang kini tak perlu lagi mereka lakukan.

Prabowo lalu bertanya lebih jauh. Saat mengetahui Yamisa berusia 17 tahun dan duduk di kelas 3 SMA, ia langsung menyinggung soal rencana masa depan. “Kamu mau sekolah kemana? Pengennya melanjutkan kemana?” tanya Prabowo.

Jawaban Yamisa jujur sekaligus menyentuh. Ia mengaku ingin melanjutkan ke perguruan tinggi. Sayangnya, biaya menjadi kendala besar. Orang tuanya, kata dia, tak sanggup membiayai.

“Mau melanjutkan studi apa? Mau jadi apa?” Prabowo menyelidik lagi.

Kali ini, Yamisa menyebut cita-citanya: ingin kuliah di bidang kedokteran. Mendengar itu, Prabowo langsung memberi respons praktis. “Kedokteran? Yaudah nanti kamu dites ya,” ucapnya.

Tak hanya untuk dirinya, Yamisa pun membuka suara untuk tiga temannya yang juga punya keinginan sama. “Sekalian teman-teman saya 3 orang ini ingin melanjutkan studi, Pak,” tuturnya.

Prabowo tampak tersenyum. Ia pun menitipkan pesan kepada semua siswa. “Ya Insya Allah semua ya, tapi harus belajar yang benar ya,” ingatnya.

“Nilainya harus bagus, jangan pacaran dulu ya, iya katanya mau studi yah.”

Percakapan singkat itu, meski lewat layar, terasa begitu manusiawi. Di satu sisi, ada harapan besar dari seorang anak di daerah terpencil. Di sisi lain, ada respons langsung dari pemimpin negara yang menyimak dan memberi semangat dengan gaya khasnya yang blak-blakan.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar