Di sisi lain, Wali Kota Dedie A. Rachim menyambut baik pencapaian ini. Menurutnya, sertifikasi halal pada sistem air minum adalah langkah strategis untuk membangun dan memperkuat kepercayaan publik.
Sementara itu, dari sisi pengelola, Rino Indira Gusniawan mengungkapkan bahwa prosesnya tidak sederhana. Pengolahan air melibatkan banyak komponen teknis di dalam instalasi. Mulai dari jaringan pipa, material filter, hingga pelumas mesin semuanya harus dipastikan kesesuaiannya dengan standar halal yang ketat.
Perumda Tirta Pakuan saat ini melayani kurang lebih 200.000 pelanggan, yang berasal dari sekitar 300.000 keluarga di Bogor. Dengan sertifikat halal di tangan, layanan mereka kini tak hanya sekadar menyediakan air bersih, tetapi juga turut menguatkan ekosistem produk halal di tingkat lokal. Sebuah langkah kecil yang dampaknya bisa sangat luas bagi kehidupan warga.
Artikel Terkait
Menteri PU Dukung Penyelidikan Proyek Cipta Karya di Sumut dan DKI
DPR Desak Penanganan Terpadu Kasus Investasi Bodong Koperasi BLN yang Rugikan 44 Ribu Korban
Chief Officer Kapal Divonis Seumur Hidup atas Kasus 1,9 Ton Sabu
BNPB Jalankan Modifikasi Cuaca di Jabodetabek Antisipasi Dampak Bibit Siklon