Kemenparekraf Gelar Kuliah Ramadan Mahir Digital 2.0 untuk Tingkatkan Kompetensi Anak Muda

- Senin, 09 Maret 2026 | 14:15 WIB
Kemenparekraf Gelar Kuliah Ramadan Mahir Digital 2.0 untuk Tingkatkan Kompetensi Anak Muda

TVRINews, Jakarta

Momen Ramadan kerap diisi dengan kegiatan yang bermakna. Nah, kali ini Kementerian Ekonomi Kreatif atau Bekraf bersama Mahir Digital punya program khusus buat anak muda. Namanya Kuliah Ramadan Mahir Digital, atau KURMA 2.0. Intinya, program ini ingin jadi wadah belajar buat generasi muda agar bisa berinovasi dan menangkap peluang ekonomi di dunia digital yang makin pesat.

Menurut Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, Ramadan adalah waktu yang pas banget untuk menambah ilmu sambil berbagi kebaikan. “Edukasi digital itu bentuk kebaikan yang bisa memberi kenyamanan buat banyak orang,” katanya.

Ia lalu menjelaskan potensi besar yang dimiliki Indonesia.

“Market kita yang terbesar di Asia Tenggara, dengan penduduk lebih dari 280 juta jiwa, itu peluang luar biasa. Lewat platform seperti Mahir Digital, jangkauannya bisa jadi global. Makanya, penting banget kenal platform yang tepat buat belajar aset digital dan paham karakter pasar,” ujar Irene dalam siaran persnya, Senin (9 Maret 2026).

Menurutnya, KURMA 2.0 ini menunjukkan kolaborasi dan adaptasi teknologi bisa meningkatkan kapasitas diri, apalagi di bulan Ramadan.

Acara ini rupanya berhasil menjaring hampir 250 profesional dan perwakilan komunitas dari industri kreatif, khususnya yang fokus di digital marketing. Banyak yang sudah jadi member Platform Mahir Digital, yang selama ini dapat bimbingan rutin. Mulai dari kelas offline dan online, konsultasi harian, sampai kurikulum terstruktur lengkap dengan 14 bab dan lebih dari 70 video pembelajaran. Materinya beragam, dari mindset, riset produk, traffic, persiapan iklan digital, sampai hal-hal lain terkait bisnis digital.

Di sisi lain, Irene juga menyebut bahwa Platform Mahir Digital ini sejalan dengan Program Gen Matic dari Kemenparekraf. Program unggulan itu bertujuan meningkatkan kompetensi anak muda agar bisa manfaatkan peluang ekonomi digital, baik sebagai affiliator maupun kreator konten profesional, lewat pelatihan berbasis industri kreatif.

“Fokus KURMA 2.0 ada tiga: penguatan literasi digital, pengembangan kewirausahaan digital, dan pemberdayaan komunitas lewat teknologi,” imbuhnya.

Ketiga aspek itu, lanjut Irene, relevan banget untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan. “Ini semua demi kenyamanan bersama dan membuka kesempatan seluas-luasnya di era digital,” tegasnya.

Irene meyakini, bagi generasi muda yang melek teknologi, menghasilkan cuan dari rumah itu sangat mungkin. Asal produktif. Soalnya, era digital ini bukan soal lama tidaknya seseorang berbisnis, tapi seberapa yakin dia untuk belajar dan beradaptasi dengan teknologi.

“Kalau seseorang sudah bisa menciptakan digital asset, karyanya itu bisa dibeli berulang kali sama banyak orang. Potensi passive income-nya besar,” ucapnya.

Harapannya, Kuliah Ramadan Mahir Digital ini nggak cuma seremonial belaka. Tapi bisa melahirkan komunitas yang terus berkembang dan saling mendukung dalam membangun usaha di era digital. Peserta didorong untuk berani memulai, bereksperimen, dan memanfaatkan momentum Ramadan untuk merefleksikan tujuan hidup serta karya yang berdampak bagi masyarakat.

Acara KURMA 2.0 sendiri berjalan cukup semarak. Ada rangkaian kegiatan berfaedah seperti sharing session yang bahas business mentality, the power of winning organic marketing, sampai unlock powerful belief before sales. Agenda-agenda menarik ini menyediakan wawasan strategis untuk inovasi dan kolaborasi ke depannya.

Penulis: Intan Kw

Editor: Redaksi TVRINews

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar