Citayam Macet Lagi, Warga Geram Angkot Ngetem Sampai Ujung Rel

- Senin, 01 Desember 2025 | 19:50 WIB
Citayam Macet Lagi, Warga Geram Angkot Ngetem Sampai Ujung Rel

Sore itu, di depan Stasiun Citayam, kemacetan merayap pelan. Penyebabnya sudah jadi pemandangan sehari-hari: puluhan angkutan kota yang ngetem, memenuhi badan jalan yang memang tak terlalu lebar. Warga sekitar pun sudah muak dan berharap Pemkot Depok segera turun tangan membenahi masalah klasik ini.

Pantauan di lokasi pada Senin (1/12/2025) memperlihatkan antrean angkot yang mengular. Mereka berjejalan, menunggu penumpang, hingga membuat arus lalu lintas tersendat. Jalur di depan stasiun itu sendiri sempit hanya cukup untuk dua mobil berpapasan. Bunyi klakson saling bersahutan, protes nyaring dari pengendara yang kesal karena perjalanan mereka terhambat.

Menuju penyeberangan perlintasan kereta, situasinya malah lebih ruwet. Ada ‘Pak Ogah’ yang berusaha mengatur supaya kendaraan tidak saling serobot. Tapi upaya mereka seringkali kurang membantu. Jalanan yang sempit ditambah kondisi permukaan yang tidak rata, dipenuhi bebatuan, memaksa setiap pengemudi mengurangi kecepatan.

Parahnya, kemacetan tidak berhenti di situ. Usai menyeberangi rel kereta, banyak angkot kembali ngetem. Titik ini seperti penyumbat kedua yang membuat kemacetan kian menjadi-jadi.

Salah seorang warga, Ajeng (35), mengaku sudah sangat familiar dengan masalah ini. Menurutnya, titik ngetemnya angkot dan parkirnya tukang ojek di sekitar stasiun adalah biang kerok utama.

“Kalau stasiun iya angkot ngetem, terus parkir tukang ojek. Apalagi yang ngetem di jalan setelah pintu kereta tuh bikin macet. Apalagi habis hujan dijamin bisa panjang macetnya,”

keluhnya. Ungkapan Ajeng itu bukan sekadar keluhan. Ia menggambarkan sebuah siklus harian yang membuat warga dan pengguna jalan lainnya frustrasi. Tanpa intervensi serius dari pemangku kebijakan, tampaknya bunyi klakson dan laju kendaraan yang tersendat akan tetap menjadi soundtrack khas sore hari di Citayam.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar