Iran Tolak Campur Tangan AS Soal Suksesi Pemimpin Agung

- Senin, 09 Maret 2026 | 09:15 WIB
Iran Tolak Campur Tangan AS Soal Suksesi Pemimpin Agung

Namun begitu, Araghchi punya tuntutan lain yang tak kalah keras. Dia mendesak Trump untuk meminta maaf. Maaf kepada rakyat Iran, dan juga kepada kawasan Timur Tengah, atas segala kerusakan dan korban jiwa yang timbul dari konfrontasi ini.

Dia juga mencoba meluruskan soal target serangan rudal Iran baru-baru ini. Menurutnya, serangan itu adalah bentuk pertahanan diri, ditujukan ke basis militer AS di wilayah sekitar, bukan ke negara tetangga.

Pernyataan ini sekaligus menohok klaim Trump yang mengatakan Iran akan segera punya kemampuan serang daratan AS. Faktanya, laporan intelijen AS tahun 2025 sendiri punya cerita berbeda. Mereka menilai Teheran belum punya rudal balistik antarbenua (ICBM) yang mumpuni. Prediksinya, kemampuan semacam itu baru mungkin tercapai sekitar tahun 2035.

Jadi, di satu sisi ada perang kata-kata tentang suksesi politik. Di sisi lain, ada pertanyaan nyata tentang kemampuan militer dan eskalasi konflik yang sebenarnya. Iran berusaha menunjukkan bahwa mereka punya kendali penuh atas masa depan politik dalam negeri, sekalipun di tengah tekanan dan ancaman dari luar.

Editor: Redaksi TVRINews

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar