Di sisi lain, partisipasi ini bukan cuma soal menyampaikan pesan. Ristianto Pribadi, Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut, melihatnya sebagai peluang berbagi. Indonesia punya banyak cerita dari lapangan yang layak didengar dunia.
Tak berhenti di situ, delegasi Indonesia juga menyoroti hal-hal yang sering luput dari perhatian. Misalnya, potensi besar konstruksi hijau berbasis kayu legal. Atau perlunya harmonisasi standar, peningkatan kapasitas, dan transfer teknologi antarnegara. Semua itu, kata mereka, adalah pondasi untuk membangun ekonomi rendah karbon yang sesungguhnya berbasis kehutanan.
Pada akhirnya, kehadiran di Nairobi ini punya dimensi strategis yang lebih luas.
Artikel Terkait
Program Makan Bergizi Gratis Dongkrak Produksi dan Serap Tenaga Kerja di Sukoharjo
BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob di Sejumlah Pesisir Indonesia pada Maret 2026
Presiden Prabowo Hadiri Perayaan HUT Pertama Danantara
Anggota MPR Siti Mukaromah Ajak Perempuan Banyumas Perkuat Empat Pilar dan Peran di Keluarga