Nairobi jadi saksi. Di tengah hiruk-pikuk persiapan UNEA, para pemimpin dan ahli kehutanan dari berbagai belahan dunia berkumpul dalam pertemuan Forest & Climate Leaders’ Partnership (FCLP) awal Maret lalu. Indonesia hadir di sana, bukan sekadar memenuhi undangan, tetapi dengan agenda yang jelas: mendorong aksi nyata, bukan sekadar wacana.
Haruni Krisnawati, Staf Ahli Menteri Kehutanan Bidang Perubahan Iklim, menegaskan posisi Indonesia. Menurutnya, forum semacam FCLP ini ruang strategis. Di sinilah kolaborasi internasional harus diperkuat untuk benar-benar menjawab tantangan iklim lewat pengelolaan hutan yang berkelanjutan.
Pertemuan yang dihadiri 34 dari 38 negara anggota itu juga mengundang Indonesia dan Brasil sebagai observer. Tujuannya jelas: memasukkan perspektif Global South ke dalam percakapan global.
Artikel Terkait
Program Makan Bergizi Gratis Dongkrak Produksi dan Serap Tenaga Kerja di Sukoharjo
Mendagri Tito Karnavian: Pemda Wajib Masukkan Perlindungan Anak Digital ke RPJMD dan APBD
BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob di Sejumlah Pesisir Indonesia pada Maret 2026
Presiden Prabowo Hadiri Perayaan HUT Pertama Danantara