Istri Tewaskan Suami di Tangerang Diduga Dipicu Niat Poligami

- Senin, 09 Maret 2026 | 08:00 WIB
Istri Tewaskan Suami di Tangerang Diduga Dipicu Niat Poligami

Suasana di kawasan Kapling Pinang, Tigaraksa, Tangerang, Kamis (5/3) lalu, berubah mencekam. Seorang istri muda, EA (30), diduga tega mengakhiri nyawa suaminya sendiri, Andi alias Joni (51). Yang bikin orang heran, keesokan harinya, Jumat siang, EA dengan tenang menyerahkan diri ke Polresta Tangerang.

Kapolresta Tangerang, Kombes Pol. Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, membenarkan peristiwa naas itu. “Motifnya diduga kuat karena sakit hati,” ujarnya, mengisyaratkan ada persoalan rumit di baliknya.

Lantas, apa yang sebenarnya terjadi di dalam rumah itu?

Percikan Api dari Sebuah Permintaan

Semuanya berawal Kamis petang, sekitar pukul enam. Andi baru saja pulang dan mandi. Ia melihat istrinya dan sang ibu mertua sedang bersiap untuk salat. Tapi suasana damai itu langsung buyar. Andi marah karena pakaian yang dimintanya tak kunjung disiapkan. Cekcok pun tak terhindarkan.

Pertengkaran itu makin memanas. Menurut penuturan Kapolresta, Andi kemudian menyampaikan niatnya yang mengguncang: ia ingin menikah lagi. EA, yang merupakan istri mudanya, tentu saja tersinggung dan sakit hati. Percakapan yang sudah panas pun meledak jadi konfrontasi hebat.

“Dari hasil pemeriksaan awal, motif peristiwa tersebut diduga dipicu oleh cekcok rumah tangga, terkait rencana korban yang disebut ingin menikah lagi,” jelas Kombes Indra Waspada.

Ledakan Emosi yang Berdarah

Emosi Andi rupanya tak terbendung. Dalam kemarahannya, ia merusak lemari kaca di kamar. Situasi kacau itu rupanya menjadi titik balik yang fatal.

“Dalam kondisi emosi dan panik, terduga pelaku kemudian mengambil sebilah golok dari dalam lemari,” tutur Indra Waspada.

Golok itu kemudian diayunkan ke arah suaminya. Andi tak berkutik. Ia ditemukan tewas di kamarnya, tak lama setelah insiden berdarah itu. Keesokan harinya, dengan segala beban di pundaknya, EA memutuskan untuk menghadap polisi.

Sekretaris RT setempat, Purwanto, adalah salah satu yang melihat langsung kondisi korban. Ia menggambarkan pemandangan yang mengerikan.

“Saya disuruh masuk ke dalam buat sebagai saksi, pas masuk korban udah tewas tengkurap bersimbah darah di atas kasurnya,” kenang Purwanto.
“Kalau saya lihat tuh luka sayatan di bagian kaki, terus di bagian tangan, dan di bagian pinggang. Ada lebih dari tiga sayatan sih,” tambahnya, mendeskripsikan luka-luka yang dilihatnya.

Kini, EA berada dalam tahanan. Penyidik masih mendalami kasus ini, mengumpulkan setiap kepingan cerita untuk menyusun kronologi yang utuh. Sementara itu, sebuah rumah di Kapling Pinang menyisakan keheningan dan tanda tanya besar tentang apa yang sesungguhnya terjadi di balik pintunya pada Kamis petang itu.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar