Di Duri Kosambi, empat RT terendam air setinggi 30 hingga 80 sentimeter. Penyebabnya kombinasi hujan lebat dan luapan Kali Semanan. Situasi lebih parah terjadi di Rawa Buaya. Tujuh RT di sana tergenang dengan ketinggian 60 sampai 90 cm, murni akibat curah hujan yang sangat tinggi.
Sementara itu, di Jelambar, satu RT terendam 30 cm karena hujan dan luapan Kali Grogol. Kembangan Selatan dan Kembangan Utara juga tak luput, masing-masing dengan dua RT yang tergenang. Kedalamannya bervariasi antara 40 hingga 60 cm, dipicu hujan dan luapan kali di sekitarnya.
Dampaknya, ratusan warga terpaksa mengungsi. Mereka mencari perlindungan di sejumlah titik pengungsian yang sebagian besar berada di tempat ibadah dan fasilitas publik.
Di Kedaung Kali Angke, warga mengungsi di tiga masjid. Lalu, di Kembangan Selatan, mereka berkumpul di Masjid At-Taqwa dan Majlis Darul Muhyi. Kembangan Utara menampung pengungsi di Masjid Jami Al Ikhlas, sebuah mushola, ruang literasi, bahkan sebuah sekolah dasar. Kelurahan Jelambar juga membuka Musola At-Taqwa untuk menampung warganya.
Untuk jalan yang tergenang, selain dua lokasi tadi, ketinggian airnya berkisar antara 15 sampai 70 cm. Lagi-lagi, hujan deras dan luapan Kali Angke disebut sebagai biang keroknya.
Pagi ini, suasana di lokasi banjir masih terlihat suram. Warga beraktivitas dengan menggunakan perahu atau sekadar berjalan dalam genangan yang belum menunjukkan tanda-tanda akan cepat surut.
Artikel Terkait
Dua Kementerian Jalin Kerja Sama Kelola Hutan dan Budaya Secara Beriringan
Iran Luncurkan Serangan Rudal ke Pangkalan AS dan Israel di Kawasan Teluk
Pemkot Jakpus Bongkar 31 Bangunan Liar di Belakang Plaza Indonesia Tanpa Relokasi
Kemensos dan Kementerian PPA Kolaborasi Percepat Pemulihan Korban Bencana Sumatera