Dari Teheran datang kabar yang mengubah peta kekuasaan Iran. Mojtaba Khamenei, putra kedua almarhum Ayatollah Ali Khamenei, kini resmi ditetapkan sebagai Pemimpin Tertinggi yang baru. Pengangkatannya ini menyusul tragedi serangan udara AS-Israel yang merenggut nyawa ayahnya lebih dari seminggu silam.
Majelis Pakar, badan beranggotakan 88 ulama itu, yang punya mandat konstitusional untuk memilih pemimpin, akhirnya memutuskan. Pria 56 tahun ini, meski namanya tak asing di kalangan dalam, selama ini justru dikenal sebagai sosok yang paling jarang terlihat. Pengaruhnya besar, tapi ia lebih banyak bekerja di balik layar.
Prosesnya mengikuti prosedur yang sudah ditetapkan bukan semata-mata warisan tahta. Tapi, mau tak mau, garis keturunannya dan kedekatannya dengan sang ayah telah lama jadi bahan perbincangan panas tentang siapa pengganti nantinya. Dengan ini, Mojtaba menjadi orang ketiga yang memegang titel Pemimpin Tertinggi sejak revolusi 1979. Warisan yang ia terima sungguh berat: konflik regional memanas dan situasi dalam negeri yang penuh ketidakpastian.
Dari Mashhad ke Pusaran Kekuasaan
Mojtaba lahir di Mashhad, kota suci di timur laut Iran, pada September 1969. Lingkungan keluarganya sarat dengan politik dan agama. Ia menyaksikan langsung ayahnya berubah dari tokoh revolusi menjadi presiden, lalu akhirnya naik sebagai pemimpin tertinggi.
Kehidupan pribadanya pun tak lepas dari lingkaran elite. Ia menikah dengan Zahra Haddad-Adel, putri seorang politisi konservatif ternama. Nah, tragisnya, Zahra termasuk di antara korban serangan yang sama yang menewaskan Ayatollah Khamenei. Mojtaba selamat, tapi ia harus kehilangan istri, ibu, saudara perempuan, dan beberapa anggota keluarganya yang lain dalam satu malam berdarah itu.
Jalan Sang Ulama
Seperti lazimnya para ulama di Iran, ia menimba ilmu agama di Qom, pusat pembelajaran Syiah. Di sana, ia belajar di bawah bimbingan beberapa nama besar kalangan konservatif. Kariernya banyak dihabiskan untuk mengajar di seminari-seminari, bahkan mengampu kelas tingkat tinggi.
Artikel Terkait
Longsor Brebes Putus Jalan dan Robohkan Sekolah, Pemerintah Provinsi Turun Tangan
BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob Saat Mudik Lebaran 2026
Lebih dari 3.000 Huntara di Aceh Timur Sudah Dihuni, Pembangunan Sisanya Dikebut
Oknum Anggota DPRD Kota Serang Dilaporkan Lakukan Pelecehan Seksual di Pandeglang