Kabarnya, Rusia memberikan informasi intelijen kepada Iran. Intelijen itu diduga bisa dipakai untuk menyerang aset militer Amerika Serikat di Timur Tengah mulai dari kapal perang hingga pesawat tempur. Namun begitu, Presiden AS Donald Trump menilai informasi yang dibocorkan Rusia itu tak terlalu berguna.
Laporan ini pertama kali dimuat oleh The Washington Post. Menurut dua pejabat AS yang tahu persoalan ini, Rusia diduga telah membagikan data intelijen yang bisa dimanfaatkan Iran. Targetnya jelas: kekuatan militer AS di kawasan itu.
Para pejabat itu bicara dengan syarat anonim. Mereka memang tidak punya kewenangan untuk membicarakan hal-hal sensitif seperti ini di muka umum.
Di sisi lain, intelijen AS sendiri belum menemukan bukti bahwa Moskow secara langsung mengarahkan Iran soal cara memakai informasi tadi. Artinya, belum jelas apakah ada koordinasi operasional lebih lanjut antara kedua negara.
Artikel Terkait
Wakil Ketua MPR Desak Deteksi Dini Kesehatan Mental di Sekolah, Angka Remaja Berisiko Capai 34,9%
Setara Institute Apresiasi Inisiatif Daerah Perkuat Toleransi di Akar Rumput
Polri Resmikan Pusat Studi Soepomo dan Luncurkan Tujuh Pusat Kajian Baru di STIK
Kebocoran Tabung Gas di Bogor Tengah Lukai Tiga Anggota Keluarga