Dari Cikarang, Jawa Barat, datang kabar terbaru soal program perumahan. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengumumkan keputusan penting: tenor cicilan rumah subsidi bakal dipanjangkan. Tak lagi 20 tahun, tapi menjadi 30 tahun.
“Kemarin kami putuskan dengan BP Tapera,” ujar Menteri yang akrab disapa Ara itu, Minggu lalu. Kunjungannya ke lahan di Cikarang jadi momentum pengumuman ini. “Atas arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto bahwa kita harus pro-rakyat, kami naikkan cicilan bagi rakyat Indonesia adalah 30 tahun, bukan 20 tahun lagi.”
Menurut Ara, langkah ini bukan cuma soal arahan presiden. Ini juga jadi pendorong utama untuk mewujudkan Program 3 Juta Rumah yang kerap digaungkan. Logikanya sederhana: dengan tenor lebih panjang, angsuran bulanan pasti lebih ringan. Harapannya, harga rumah pun terasa lebih terjangkau buat kantong masyarakat.
Namun begitu, perpanjangan tenor bukan satu-satunya upaya. Pemerintah juga sedang menggarap beberapa skema lain. Penyediaan lahan, misalnya. Di sisi pembiayaan, mereka berusaha merangkul lebih banyak pihak.
Sinergi dengan swasta pun digeber. Salah satu contohnya kerja sama dengan Lippo Group yang menghibahkan tiga bidang lahan. Rencananya, di atas lahan itu akan dibangun hunian vertikal. Targetnya ambisius: sekitar 140 ribu unit.
Artikel Terkait
Krisis Timur Tengah Picu Ancaman dan Peluang bagi Ekonomi Indonesia
Andakara Prastawa Pimpin Tim Merah IBL All-Star 2026, Susun Skuad Campur Senior dan Muda
Jakarta Dipastikan Jadi Tuan Rumah FIA Rallycross World Cup Perdana pada 2026
Pemimpin Tertinggi Iran Perintahkan Blokade Total Selat Hormuz