Jakarta – Mimpi besar sedang dirajut oleh tim kecil dari Pasifik. Kaledonia Baru, tim berjuluk Cagous itu, kini hanya terpisah dua kemenangan dari panggung Piala Dunia 2026. Impian sejarah itu akan mereka kejar lewat jalur playoff antarkonfederasi yang berlangsung di Meksiko, Maret mendatang.
Langkah pertama mereka adalah menghadapi Jamaika pada semifinal, 26 Maret 2026. Bukan lawan mudah, tentu saja. Tapi, kalau berhasil melibas Reggae Boyz, satu rintangan lagi menanti: Republik Demokratik Kongo. Siapa pun yang menang di partai final nanti, bakal mengamankan satu dari dua tiket terakhir ke Piala Dunia.
Di tengah perjuangan ini, ada satu nama yang jadi sorotan: Angelo Fulgini. Gelandang berusia 29 tahun yang kini membela Al Taawoun di Arab Saudi ini baru saja memutuskan untuk membela tanah leluhurnya. Setelah sebelumnya membela tim muda Prancis, Fulgini resmi mengenakan jersey Kaledonia Baru mulai Desember 2025 lalu.
Keputusannya ini punya alasan yang sangat personal. Ibunya berasal dari kepulauan di Pasifik Selatan itu.
Menurutnya, timnya datang tanpa beban. Tekanan justru lebih banyak di pundak lawan-lawan mereka yang lebih berpengalaman.
Ya, posisi mereka memang unik. Sebagai wakil Konfederasi Sepak Bola Oseania (OFC), Kaledonia Baru adalah tim underdog. Namun begitu, status itulah yang bisa jadi senjata. Mereka bebas bermain, tanpa ekspektasi gila-gilaan dari dunia.
Artikel Terkait
Pakistan dan Thailand Ambil Langkah Darurat Hemat Energi Imbas Gejolak Timur Tengah
Wamenaker dan Kejati Sumut Bahas Sinergi Hukum dan Pelatihan Kerja
Gubernur Sumut: Huntap Korban Bencana Diresmikan Pekan Ini oleh Mendagri
Anggota DPR Peringatkan Dampak Ketegangan Timur Tengah terhadap Industri Manufaktur Indonesia