Presiden Iran Masoud Pezeshkian punya dua pesan yang saling berkaitan. Di satu sisi, dia secara terbuka meminta maaf. Ya, kepada negara-negara tetangga yang wilayahnya jadi sasaran serangan Iran beberapa waktu lalu. Namun begitu, pesan kedua juga jelas: Iran tak akan tinggal diam jika diserang lewat wilayah negara-negara itu.
Pernyataan ini disampaikan Pezeshkian dalam pidato yang disiarkan televisi pemerintah, Minggu (8/3/2026). Dinamika ini muncul sebagai respon atas situasi keamanan kawasan yang terus memanas.
"Saya harus meminta maaf atas nama saya sendiri dan atas nama Iran kepada negara-negara tetangga yang diserang oleh Iran," ujarnya.
Dia melanjutkan, dewan kepemimpinan telah sepakat untuk menghentikan serangan ke tetangga. "Tidak akan ada rudal yang ditembakkan," tegasnya, "kecuali serangan terhadap Iran justru berasal dari negara-negara tersebut."
Di tengah perang Timur Tengah yang sudah berjalan dua minggu, Pezeshkian bersikukuh negaranya takkan menyerah pada tekanan Israel dan Amerika Serikat.
Artikel Terkait
Waspada Bahaya Microsleep saat Mudik, Dokter Ingatkan Risiko Kecelakaan
Mobil Listrik Xpeng X9 Jadi Sorotan di Pemakaman Vidi Aldiano
32 WNI yang Dievakuasi dari Iran Dijadwalkan Pulang Hari Ini
Prabowo Soroti Kolusi Pengusaha dan Pejabat sebagai Sumber Kebocoran Negara