BEKASI – Longsor sampah yang tiba-tiba terjadi di TPST Bantargebang, Minggu (8/3/2026), memakan korban jiwa. Tiga orang dilaporkan tewas dalam insiden yang mengguncang kawasan pengolahan sampah terbesar di Bekasi itu.
Menurut keterangan Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, ketiganya adalah warga yang kebetulan berada di lokasi saat longsoran terjadi. Dua perempuan dan satu laki-laki.
“Identitas korban yaitu Enda Widayanti (25) dan Sumine (60) yang merupakan pemilik warung. Sedangkan satu lagi korban Dedi Sutrisno merupakan sopir truk,” jelas Desiana, Minggu siang.
Tim SAR masih bekerja di lokasi. Mereka tak hanya fokus pada evakuasi, tapi juga mendata kemungkinan adanya korban lain yang tertimbun.
“Untuk sementara sedang dilakukan pendataan jumlah korban,” tambahnya. Situasi di lapangan masih tegang, namun upaya penanganan terus berjalan.
Peristiwa ini menyorot kembali kondisi TPST Bantargebang yang selama ini jadi penampung utama sampah Ibu Kota dan sekitarnya. Longsoran terjadi di area operasional, menggambarkan risiko yang selalu mengintai.
Hingga berita ini diturunkan, petugas gabungan masih memadati lokasi. Mereka berusaha memastikan keamanan area sekitar, sekaligus mengamankan titik rawan agar kejadian serupa tidak terulang.
Korban jiwa dalam insiden ini menjadi pengingat pilu tentang betapa rapuhnya tata kelola sampah kita. Sebuah tragedi di balik gunungan limbah yang terus bertumbuh setiap hari.
Artikel Terkait
Wakil Ketua MPR Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel Usai Empat Prajurit TNI Gugur di Lebanon
Bocah SD di Kediri Alami Luka Berat Akibat Ledakan Mercon Rakitan yang Dibeli Bahannya Secara Online
Utusan Rusia Kritik Gaya Negosiasi AS ke Iran: Berhenti Gunakan Pemerasan dan Ultimatum
Orang Tua Korban Daycare Little Aresha: Perlakuan ke Anak Lebih Sadis dari Kamp Guantanamo