Di sisi lain, respons dari perwakilan Indonesia di luar negeri cukup cepat. KBRI Abu Dhabi dan KBRI Muscat langsung turun tangan. Mereka berkoordinasi secara intens dengan pihak berwenang setempat dan perusahaan pemilik kapal, Safeen Prestige.
“Saat ini KBRI Abu Dhabi dan KBRI Muscat secara intensif berkoordinasi dengan otoritas setempat dan perusahaan,” bunyi keterangan pers dari Kedutaan Besar Indonesia di Abu Dhabi.
Mereka fokus pada tiga hal: mencari ketiga WNI yang hilang, memastikan perawatan yang terbaik bagi korban selamat, serta memberikan informasi terbaru kepada keluarga yang menunggu di tanah air.
Tak hanya pendampingan, pemerintah juga mendesak agar investigasi digelar secara menyeluruh. Mereka ingin kejelasan soal penyebab ledakan yang merenggut nyawa dan menghilangkan rekan-rekan tersebut.
“Perwakilan RI juga mendorong penyelidikan menyeluruh atas insiden ini,” tegas pernyataan itu.
Korban selamat, termasuk satu WNI, telah dievakuasi ke Abu Dhabi per 7 Maret. Tim KBRI sudah menjenguk dan memberikan pendampingan konsuler yang diperlukan. Perjalanan masih panjang. Harapan untuk menemukan ketiga ABK yang hilang masih menyala, meski situasinya tak mudah. Semua pihak terus bekerja, menanti kabar baik di tengah lautan yang gelap.
Artikel Terkait
Longsor Brebes Putus Jalan dan Robohkan Sekolah, Pemerintah Provinsi Turun Tangan
BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob Saat Mudik Lebaran 2026
Lebih dari 3.000 Huntara di Aceh Timur Sudah Dihuni, Pembangunan Sisanya Dikebut
Oknum Anggota DPRD Kota Serang Dilaporkan Lakukan Pelecehan Seksual di Pandeglang