Ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Utara mendadak hening, lalu bergemuruh. Itu terjadi setelah Ahmad Sahroni menyebut angka kerugiannya. Politikus yang rumahnya diserbu massa pada Agustus 2025 itu bersaksi dengan detail yang membuat banyak orang terperangah.
Kerugiannya, katanya, mencapai Rp 80 miliar. Bukan cuma angka yang fantastis, tapi juga menggambarkan kehancuran total yang ia alami.
“Yang saya laporkan Rp 80 miliar, Yang Mulia.”
Ucapannya itu langsung memecah kesunyian. Nilai itu mencakup segala sesuatu, mulai dari properti, dokumen-dokumen penting, sampai koleksi pribadi yang unik. Intinya, hampir semua hancur atau raib.
Lima mobil mewah koleksinya jadi sasaran empuk amukan massa. Porsche, Mustang, Lexus, dan dua unit Tesla semuanya ringsek dan nyaris tak bisa dipakai lagi. Rekaman video kerusuhan tahun lalu memang memperlihatkan suasana mencekam itu; massa merusak kendaraan dan memaksa masuk ke dalam rumah.
Tapi daftar kerugiannya masih panjang. Di sisi lain, barang-barang pribadi lain ikut lenyap. Patung Iron Man ukuran besar, perabotan rumah, pakaian branded, hingga lampu dekoratif semuanya hilang dijarah.
Artikel Terkait
Dari Penjara Jakarta ke Bali: Mantan Napi Narkoba Kembali Beraksi
Menteri Kehutanan Usulkan Penambahan 25.000 Polhut untuk Kawal Hutan Indonesia
Hakim Ad Hoc Datangi DPR, Keluhkan Nasib yang Dianaktirikan Selama Belasan Tahun
Seniman Tuksongo Abadikan Randu Alas Raksasa di Kanvas, Menolak Lenyapnya Ikon Desa