Yanti juga membeberkan data warga yang terdampak. Luasnya cukup signifikan. "Yang terdampak dari 12 RT, terhitung satu RT itu ada 40 KK, berarti kita hitung global ada sekitar 480 jiwa. Sebarannya di kelurahan Pela Mampang saja. Khususnya di Jalan Kadianti, Jalan bank, Kawasan Podok Arya sama di Pasar Jagal," paparnya.
Untungnya, kata dia, sebagian besar warga memilih bertahan. "Kondisi sekarang Alhamdulillah sudah surut, warga masih banyak yang bersih-bersih. Hanya tujuh orang yang mengungsi ke rumah kerabatnya," tambah Yanti.
Evakuasi sendiri sempat dilakukan lebih awal. Sebelumnya diberitakan, Brimob Polda Metro Jaya turun tangan mengevakuasi warga di Jalan Kalandianti yang terendam dua meter.
Dansat Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Henik Maryanto, mengonfirmasi hal ini. "Personel Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Metro Jaya diterjunkan langsung ke lokasi untuk membantu proses evakuasi warga yang terdampak banjir," jelasnya dalam keterangan resmi.
Tim mereka tiba sekitar pukul 10.20 pagi, menyusuri permukiman yang jadi semacam danau dadakan. Ketinggian air di tengah permukiman saat itu mencapai dua meter, sedangkan di jalur keluar masih sekitar 1,2 meter. Situasi yang cukup berbahaya untuk warga yang terjebak.
Kini, meski air menyurut, pekerjaan warga belum usai. Pembersihan masih panjang, sementara langit Jakarta Selatan tetap saja mendung, mengisyaratkan kemungkinan hujan lagi.
Artikel Terkait
Pemkab Muaro Jambi Siapkan Lima Pos Pengamanan dan Pelayanan untuk Mudik Lebaran 2026
Pemerintah Iran Bantah Kabar Pemimpin Baru Mojtaba Khamenei Terluka
Kemenhaj Catat Penurunan Jemaah Umrah Imbas Konflik Timur Tengah
Ketua DPR Soroti Tiket Pesawat Domestik Lebih Mahal daripada Luar Negeri