Karena kondisi dalam rumah terlalu porak-poranda, rencana bersih-bersih pun ditunda. Mereka hanya membersihkan pekarangan, lalu pergi setelah mengganti gembok pagar dengan yang baru.
Barulah pada Jumat malam (6/3) sekitar pukul 23.00 WIB, mereka kembali. Mereka menginap di ruang tengah, dengan maksud melanjutkan pekerjaan keesokan harinya.
“Menurut keterangan saksi L dan R kalau maksud dan tujuan datang ke rumah korban adalah untuk meneruskan bersih-bersih rumah korban di area dalam rumah,” jelas Kapolsek.
Sabtu paginya, sekitar pukul sembilan, mereka mulai bekerja. Mereka bagi tugas; L membersihkan area tengah dan kamar, sementara R fokus ke kamar lainnya. Saat R hendau membereskan tumpukan pakaian dan bermaksud memasukkannya ke dalam kantung plastik, sesuatu yang tak terduga terlihat.
“Saat saksi R menyingkap karpet di tumpukan pakaian tersebut tiba-tiba saksi R melihat ada sepasang kaki manusia dalam kondisi sudah terlihat tulangnya saja dan keadaan kulit mengering,” bebernya.
Langsung saja, R dan L panik. Mereka segera melaporkan penemuan mengerikan itu ke Ketua RT setempat, yang kemudian berkoordinasi dengan Polsek Cinere. Sampai saat ini, penyelidikan masih terus digelar untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi. Kasus ini meninggalkan duka dan tanda tanya besar bagi keluarga.
Artikel Terkait
Korlantas Pastikan Tol Japek II Selatan Siap Dukung Arus Mudik Lebaran 2026
Victor Dethan, Pemain Muda PSM, Dipanggil Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026
Koalisi Sipil Kritik Surat Telegram Siaga Satu TNI, Sebut Kewenangan Ada di Presiden
Kapolda Metro Jaya Tinjau Langsung Evakuasi Korban Longsor Sampah di Bantargebang