Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang ia rujuk menunjukkan angka yang cukup mencengangkan. Produksi telur ayam di Riau tahun 2025 mencapai 3.337,73 ton.
"Dan angka itu masih jauh untuk memenuhi permintaan telur sehingga mesti didatangkan dari Sumbar dan Sumut," katanya.
Itulah mengapa upaya meningkatkan produksi jagung lokal jadi langkah strategis. Tujuannya jelas: menyediakan bahan baku pakan bagi peternak ayam mandiri di daerah.
"Karena kebutuhan per tahun di Provinsi Riau adalah 50.000 ton per tahun atau masih sekitar 8 persen," pungkasnya.
Sebenarnya, Tabung Harmoni Hijau ini awalnya adalah pilot project untuk pembibitan pohon, bagian dari program Green Policing. Namun seiring waktu, fungsinya berkembang jauh lebih luas.
Sekarang, tempat itu telah bertransformasi jadi pusat kemandirian pangan. Di dalamnya, ada peternakan kambing, ayam petelur, kolam ikan, kebun sayur, dan tentu saja, ladang jagung. Semuanya terintegrasi dengan jaringan SPPG yang dikelola Yayasan Kemala Bhayangkari Daerah Riau, sebagai penyuplai bahan baku makanan yang andal.
Artikel Terkait
Gempa M5,7 Guncang Lebong, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
500 Anak Yatim dan Dhuafa Malang Raya Buka Puasa Bersama Alumni UWG dan LPS
Tapin Gelar Kampanye Cegah Pernikahan Anak untuk Tekan Angka Stunting
Polres Bogor Wakafkan 2.000 Al-Quran di Malam Nuzulul Quran