Status Siaga atau level III pun masih bertahan untuk Semeru. Dengan kondisi seperti ini, imbauan dan larangan tidak bisa ditawar lagi. Warga dan siapa pun yang berada di sekitar kawasan diminta untuk benar-benar mematuhi aturan.
Di sektor tenggara, larangan mutlak diberlakukan untuk aktivitas di sepanjang Besuk Kobokan. Jangkauannya mencapai 13 kilometer dari pusat erupsi. Sementara itu, bagi mereka yang tinggal di dekat sempadan sungai, kewaspadaan harus ditingkatkan. Ancaman perluasan awan panas dan aliran lahar mengintai dalam radius 500 meter dari tepi sungai, membentang sepanjang Besuk Kobokan hingga 17 km.
Sigit menambahkan peringatan keras lainnya.
"Sterilisasi area dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak mutlak diperlukan. Ini untuk menghindari risiko lontaran batu pijar yang bisa datang tiba-tiba," tambahnya.
Semeru memang belum berhenti menggeliat. Dan semua pihak, terlebih warga di sekitarnya, harus tetap siaga.
Artikel Terkait
Iran Tantang AS di Selat Hormuz, Klaim Serangan Kapal Tanker
Gubernur Pramono Tegaskan KJP dan KJMU Tak Akan Dikurangi di Buka Puasa Golkar DKI
Trump Ancam Serang Iran Lebih Keras dan Perluas Target Penghancuran
Polri Tanam Jagung Serentak di Seluruh Indonesia untuk Dukung Ketahanan Pangan