Angin kencang yang melanda Jember, Jumat sore lalu, benar-benar meninggalkan jejak kerusakan. Menurut catatan BPBD setempat, tak kurang dari empat sekolah rusak, belasan rumah warga mengalami kerusakan, dan puluhan pohon tumbang berantakan. Kejadian ini berlangsung sejak sore hingga malam hari, terutama menerpa wilayah selatan kabupaten.
Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, mengonfirmasi hal itu pada Sabtu (7/3).
"Bencana angin kencang melanda sejumlah wilayah di selatan Jember, yakni Kecamatan Wuluhan, Kencong, dan Gumukmas," ujarnya.
Dia memaparkan, hujan deras yang disertai angin kencang itu menyebabkan banyak kerusakan. Pohon-pohon besar tumbang, beberapa menghalangi jalan desa, yang lain malah menimpa rumah penduduk. Tak hanya itu, gudang tembakau roboh, dapur warga rusak, dan atap-atap sekolah pun banyak yang berantakan.
Kecamatan Wuluhan termasuk yang paling parah. Dua desa di sana, Kesilir dan Tanjungrejo, porak-poranda.
"Angin menyebabkan 50 pohon tumbang, atap empat sekolah rusak, 17 rumah rusak ringan hingga sedang, dan 15 gudang tembakau roboh," tutur Edy.
Fasilitas pendidikan yang terdampak adalah SDN Kesilir 01, SDN Tanjungrejo 04, SDN Tanjungrejo 05, dan SDN Tanjungrejo 06. Banyak warga yang rumahnya tertimpa pohon terpaksa mengungsi ke rumah saudara mereka. Salah satu kejadian yang cukup parah adalah robohnya sebuah gudang tembakau yang menimpa rumah seorang warga bernama Supri (45).
"Kerusakannya cukup parah, sehingga warga terdampak memilih mengungsi," katanya.
Di sisi lain, wilayah lain juga tak luput. Desa Paseban di Kecamatan Kencong, misalnya. Satu pohon tumbang dan menimpa atap rumah, hingga menyebabkan seorang korban terluka karena tertimpa genting yang berhamburan.
"Di Desa Karangrejo, Kecamatan Gumukmas juga diterjang angin kencang yang menyebabkan dapur rumah dan kandang warga roboh," tambah Edy.
Namun begitu, penanganan darurat sudah berjalan. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD langsung bergerak membersihkan pohon-pohon yang menutupi jalan desa. Kini, akses lalu lintas dilaporkan sudah normal kembali. Sementara untuk pohon yang menimpa rumah, sekitar 80 persennya sudah beres ditangani.
"Hari ini kami fokuskan kerja bakti untuk menangani gudang tembakau yang roboh itu. Sementara warga terdampak masih bertahan di rumah saudaranya," jelas Edy.
Melihat kejadian ini, Edy mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Cuaca ekstrem belakangan ini memang perlu diantisipasi. Dia juga meminta warga berhati-hati terhadap pohon-pohon besar yang sudah tua atau rapuh, yang berpotensi tumbang kapan saja jika angin kencang kembali menerjang.
Artikel Terkait
Wali Kota Semarang Soroti Kontribusi Nyata Perempuan di Balik Capaian IPG 78,71
Kemendagri Apresiasi Desa Berprestasi dalam Penghargaan Tata Kelola ABPEDNAS 2026
Dua Tersangka Pembunuhan Ketua Golkar Maluku Tenggara Resmi Ditahan
RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga Akhirnya Disahkan, Bertepatan dengan Hari Kartini